Kepulauan Witu, Daya Tarik Keindahan Alam Bawah Laut

INTREN.ID, PORT MORESBY – Papua Nugini menjadi salah satu negara kecil yang memiliki keindahan alam yang sangat eksotik. Negara ini memiliki beberapa kepulauan yang cukup terkenal dengan keindahan alam bawah laut.

Salah satunya adalah Kepuluan Witu atau Vitu yang menyuguhkan pesona wisata bahari bagi wisatawan.

Kepulauan Witu terletak di sebelah barat Teluk Kimbe. Pulau yang masih terpencil ini memiliki lokasi untuk menyelam cukup banyak. Kamu bisa melihat keindahan pesona bawah laut yang sangat indah di sini.

Beragam jenis ikan, terumbu karang dan aneka hewan laut yang jarang ditemukan di daerah lain.

Uniknya, di bawah perairan Pulau Witu ini ternyata ditemukan sebuah kawah gunung berapi bernama Garove Harbour. Keberadaan kawah ini menciptakan suasana vulkanis yang membuat subur sebagian kawasan perairan.

Akibatnya, ada banyak organisme yang mampu hidup di tempat ini. Jenis ikan yang langka juga ditemukan.

Adanya kehidupan dari kawah vulkanik ternyata juga disebabkan keberadaan gunung berapi bawah laut. Lama Shoals menjadi gunung api bawah laut yang cukup terkenal di dunia. Jaraknya hanya sekitar 15 kaki dari lokasi penyelaman.

- ADVERTISEMENT -

Kamu bisa bayangkan di balik keindahan ternyata ada kengerian di perairan ini.

Para ilmuwan dan penyelam dunia banyak yang mulai berkunjung ke tempat ini. Pesona keindahan bawah lautnya tak bisa dipungkiri, sangat indah dan menggoda keinginan wisatawan untuk melihatnya.

Jadi walaupun masih terpencil, pulau dan perairannya ini mulai ramai dikunjungi wisatawan.

Kepulauan Witu bisa dikatakan seperti sebuah akuarium raksasa yang memiliki pemandangan sangat indah. Di perairan ini ditemukan 900 spesies ikan dan 400 spesies karang keras.

Melalui perjalanan liveboard para penyelam dan peneliti dunia menemukan berbagai fakta keindahan di kawasan perairan pulau ini.

Perairan yang masih terbilang sunyi dari penyelam ini ternyata juga tetap menyisakan masalah lingkungan. Di kawasan ini juga ditemukan hampir 200 spesies terumbu karang yang mulai rusak.

Kerusakan alam yang bisa terjadi di mana saja, bukan hanya di Indonesia tentunya. Saatnya manusia menyelamatkan bumi sebagai titipan Tuhan. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.