Kemenkes Tak Anjurkan Penggunaan Bilik Disinfektan

Berbahaya bagi Kesehatan, Bisa Sebabkan Iritasi Kulit dan Pernapasan

INTREN.ID, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akhirnya mengeluarkan sikap terkait maraknya penggunaan cairan disinfektan, khususnya bilik disinfektan di masyarakat. Dalam hal ini Kemenkes tidak menganjurkan penggunaan bilik disinfektan di fasilitas, tempat umum, dan permukiman dalam upaya mencegah penyebaran virus Corona baru (Covid-19).

Hal ini ditegaskan dalam surat edaran Kemenkes yang ditujukan kepada kepala dinas kesehatan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, Jumat (3/4/2020).

“Menurut WHO, menyemprotkan disinfektan ke tubuh dapat berbahaya untuk membran mukosa, misal mata dan mulut. Sehingga berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan dan merusak pakaian,” ungkap Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Kemenkes RI, dr Kirana Pritasari dalam edaran itu.

Kata dia, disinfeksi adalah proses menghilangkan sebagian besar atau semua mikroorganisme patogen kecuali bakteri yang terdapat pada permukaan benda mati. Disinfeksi dilakukan terhadap permukaan dinding, lantai, ruangan, pakaian, dan alat pelindung diri (APD).

Sementara, bilik disinfeksi yang banyak digunakan di masyarakat untuk mendisinfeksi permukaan tubuh yang tidak tertutup, pakaian, dan barang-barang yang digunakan atau dibawa masyarakat.

Berdasarkan informasi dari lapangan, berbagai macam cairan yang digunakan untuk disinfektan di antaranya larutan pemutih, klorin, etanol, amonium kuerterner, hidrogen peroksida, san sebagainya.

Padahal Disinfektan tersebut merupakan disinfektan yang digunakan untuk mendisinfeksi ruangan dan permukaan. Seperti lantai, perabot, peralatan kerja, pegangan tangga atau eskalator, moda transportasi, dan lain-lain.

“Pajanan disinfektan langsung ke tubuh secara terus-menerus dapat menyebabkan iritasi kulit dan iritasi saluran pernapasan,” papar Kirana.

“Selain itu penggunaan disinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi dapat menghasilkan kulit terbakar,” tambahnya.

Adapun solusi aman untuk mencegah penularan Covid-19, sebut Kirana, dengan melakukan cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir secara rutin. Atau menggunakan penyanitasi tangan atau hand sanitizer.

Pun demikian, perlu melakukan disinfeksi secara rutin pada permukaan benda-benda yang sering disentuh. Seperti perabot, peralatan kerja, hingga pegangan tangga.

“Jika harus keluar rumah, hindari kerumunan, jaga jarak, dan gunakan masker. Segera mandi dan mengganti pakaian setelah bepergian,” tegas Kirana. (***)

Reporter: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.