Kemenag Terbitkan Panduan Kurikulum Darurat untuk Madrasah

INTREN.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) RI menerbitkan panduan kurikulum darurat pada madrasah. Panduan ini merupakan pedoman bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran di madrasah pada masa darurat virus corona baru (Covid-19).

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Ahmad Umar mengatakan panduan tercantum dalam Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2791 Tahun 2020 bertanggal 18 Mei 2020.

“Program itu berlaku bagi jenjang pendidikan madrasah mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah (MA),” jelas Umar.

Dia berharap dengan panduan itu pembelajaran pada masa darurat berjalan dengan baik dan optimal. Umar menyebut, dalam kondisi darurat kegiatan pembelajaran tidak bisa berjalan secara normal seperti biasanya.

“Namun demikian siswa harus tetap mendapatkan layanan pendidikan dan pembelajaran,” tegasnya.

Panduan tersebut menurut Umar, penting untuk diketahui madrasah mengingat kondisi darurat bisa berlanjut hingga awal tahun pelajaran 2020/2021. Yang dimulai pada 13 Juli 2020. Ini dilakukan agar setiap satuan pendidikan dapat menyiapkan kurikulum lebih awal.

“Satuan pendidikan juga dapat mengembangkan pembelajaran yang lebih kreatif dan inovatif sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing,” sebut Umar.

Dia menekankan, kurikulum darurat dalam proses belajar dari rumah ini lebih menekankan pada pengembangan karakter. Akhlak mulia, ubudiyah dan kemandirian siswa. Meski demikian, pemenuhan aspek kompetensi, baik dasar maupun inti, tetap menjadi perhatian.

Selain surat keputusan terkait kurikulum darurat pada madrasah, Umar menyampaikan bahwa Ditjen Pendis juga telah menerbitkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2491 Tahun 2020 tentang Kalender Pendidikan Madrasah Tahun Pelajaran 2020/2021.

“Semuanya sudah disosialisasikan kepada seluruh kanwil dan pengawas madrasah untuk diteruskan kepada semua pihak terkait sampai di tingkat teknis madrasah sejak pertengahan bulan Mei 2020,” tegas Umar.

Kementerian Agama berusaha memastikan bahwa pelaksanaan pembelajaran akhir tahun apelajaran 2019/ 2020 dan awal Tahun Pelajaran 2020/ 2021 tetap dapat berjalan dengan layanan optimal. Sesuai konsep kedaruratan di Masa Pandemi Covid-19 ini.

Umar menyebut, pihaknya saat ini memantau tindak lanjut sosialisasi itu dan berusaha memonitoring secara daring implementasi dua dokumen penting tersebut kepada Kanwil Kemenag Provinsi.

“Semoga implementasi Surat Keputusan tersebut dapat dipedomani, disosialisasikan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” imbuhnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.