Kemenag Batasi Pelunasan Biaya Haji Tanpa Tatap Muka

Diterapkan hingga 21 April, Guna Memutus Penularan Corona

INTREN.ID, JAKARTA – Wabah virus corona baru (Covid-19) berimbas pada pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih). Kementerian Agama (Kemenag) RI dalam hal ini mulai membatasi pelunasan Bipih hanya melalui mekanisme tanpa tatap muka atau nonteller guna memutus penularan Covid-19.

Direktur Pelayanan Haji Dalam Negeri Kemenag Muhajirin Yanis menyatakan, kebijakan ini diterapkan hingga 21 April 2020. Aturan pelunasan Bipih ini sudah diterbitkan sejak 27 Maret hingga 31 Maret.

“Setelah dievaluasi dan memperhatikan kondisi wabah corona, mekanisme ini diperpanjang hingga 21 April 2020,” sebut Muhajirin.

Dia mengatakan, pelunasan Bipih tahap pertama dibuka sejak 17 Maret. Awalnya, ada dua mekanisme pelunasan, yaitu pelunasan secara teller di bank dan nonteller melalui e-banking atau ATM. Dengan mekanisme nonteller, maka tidak ada lagi antrean di Bank Penerima Setoran (BPS).

Selain itu Kemenag juga telah memperpanjang masa pelunasan tahap awal. Dari yang semula sampai 19 April menjadi 30 April 2020. Jika sampai penutupan tahap pertama masih ada sisa kuota, maka akan dibuka pelunasan tahap kedua pada 12 hingga 20 Mei 2020.

Muhajirin mengatakan, pihaknya telah bersurat kepada Kepala Kanwil Kemenag Provinsi, Kepala Kankemenag Kab/Kota dan Pimpinan Bank Penerima Setoran (BPS) Bipih terkait perpanjangan kebijakan ini. Supaya dapat menyosialisasikan aturan ini secara lebih intensif kepada jemaah haji di wilayahnya masing-masing.

Diungkapkan, sampai 31 Maret sudah ada 94.416 jemaah melunasi Bipih. Jumlah itu terdiri atas 88.461 jemaah dengan pelunasan tatap muka (teller) dan 6.071 orang melunasi secara nonteller.

Adapun lima provinsi dengan jumlah pelunasan terbanyak adalah Jawa Barat (21.596 jamaah), Jawa Timur (16.292), Jawa Tengah (12.914), Banten (5.437) dan DKI Jakarta (3.890).

Kuota haji Indonesia tahun ini sendiri berjumlah 221 ribu. Terdiri atas 203.320 kuota haji reguler dan 17.680 kuota haji khusus. Kuota haji reguler terbagi menjadi tiga, yaitu 199.518 untuk jemaah haji reguler tahun berjalan, 2.040 prioritas kuota jemaah haji lanjut usia, 1.512 untuk kuota petugas haji daerah dan 250 petugas pembimbing ibadah KBIHU.

“Sampai saat ini belum ada petugas haji daerah (PHD) maupun pembimbing ibadah dari Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang melakukan pelunasan,” papar Muhajirin. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.