Kekayaan Komisioner KPU Kota Balikpapan Meningkat selama Menjabat, Noor Thoha Paling Tajir

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Harta kekayaan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan periode 2019-2024 mengalami peningkatan yang cukup lumayan. Ada yang melejit, namun ada juga yang melambat. Kekayaan itu terhitung sejak mereka menjabat pada tahun 2018 lalu.

Dinukil dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara Komisi Pemberantasan Korupsi (LHKPN KPK), Ketua KPU Kota Balikpapan, Noor Thoha tercatat menjadi yang paling tajir. Menurut data terakhir atau pada 2021, kekayaan komisioner KPU Kota Balikpapan dua periode ini tercatat Rp 4.243.000.000. Kekayaan Noor Thoha meroket tinggi jika dibandingkan saat pertama menjabat di periode kedua. Menurut LHKPN 2018, kekayaannya hanya Rp 1.510.000.000 saja.

Harta dengan nilai tertinggi adalah tanah dan bangunan. Tercatat, Noor Thoha memiliki tiga tanah dan bangunan serta satu bidang tanah yang tersebar di Kota Minyak. Total nilai tanah dan bangunan pada 2021 mencapai Rp 4,75 miliar. Aset inilah yang disinyalir menyebabkan kekayaannya meningkat tajam. Pasalnya dengan jumlah sama, nilai aset tanah dan bangunan pada 2018 lalu masih sekitar Rp 2,2 miliar.

Selain itu, Noor Thoha memiliki empat unit mobil pikap bermerek Mitsubishi dengan total nilai Rp 225 juta. Jumlah mobil itu bertambah satu unit jika dibandingkan pada 2018 lalu. Sementara, harta bergerak mencapai Rp 18 juta atau meningkat Rp 2 juta dibanding 2018.

Noor Thoha juga dilaporkan memiliki utang sebesar Rp 750 juta. Jumlah itu menurun dibanding 2018. Menurut LHKPN, utang itu tercatat mulai mengalami penurunan sebesar Rp 250 juta pada tahun 2020.

Di urutan kedua, ada nama Yan Fauzi Wardana. Jumlah kekayaannya juga mengalami peningkatan. Pada 2018, total kekayaannya mencapai Rp 1.212.000.000, pada 2019 sebesar Rp 1.403.632.409, pada 2020 mencapai Rp 1.663.289.799, sementara pada tahun 2021 sebesar Rp 1.527.234.000.

Sejak menjabat sebagai Komisioner KPU Kota Balikpapan, pundi-pundi rupiah Yan Fauzi meningkat. Jika pada 2018 lalu dirinya hanya memiliki satu tanah dan bangunan, kini dia punya tiga. Dua merupakan tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Balikpapan, sedangkan satu bidang tanah seluas 2.500 meter persegi berada di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kekayaan Yan Fauzi juga meningkat pada kas dan setara kas. Dari nol rupiah pada tahun 2018, menjadi Rp 3,234 juta pada tahun 2021. Harta lainnya pun bertambah dari nol menjadi Rp 140 juta. Dengan demikian, kekayaan Yan Fauzi meningkat dari Rp 1.212.000 menjadi Rp 1.666.234.000.

Kendati demikian, dalam LHKPN 2021, Yan Fauzi memiliki utang sebesar Rp 139 juta. Pada 2018 lalu, dirinya tanpa utang. Laporan utang mulai muncul pada LHKPN 2019 sebesar Rp 80 juta. Pada tahun 2020 berkurang menjadi Rp 65 juta, dan meningkat pada tahun 2021.

Komisioner KPU Kota Balikpapan terkaya ketiga adalah Ridwansyah Heman. Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Guru Indonesia 2015-2019 itu memiliki harta kekayaan pada tahun 2018 mencapai Rp 717.000.000, pada 2019 sebesar Rp 753.000.000, tahun 2020 sebesar Rp 777.750.000, dan pada tahun 2021 mencapai Rp 836.000.000.

Ridwansyah dilaporkan memiliki dua tanah dan bangunan serta satu tanah seluas 756 meter persegi di Kota Balikpapan. Nilai asetnya mencapai Rp 850 juta. Dia juga memiliki dua kendaraan motor Honda Vario. Sejak awal menjabat hingga saat ini, dirinya tidak menambah aset, baik tanah dan bangunan maupun motor. Namun, nilai aset tanah dan bangunan miliknya mengalami peningkatan.

Dia juga diketahui memiliki utang sebesar Rp 20 juta pada LHKPN tahun 2021. Jumlah itu menurun dibanding tahun 2018 yang tercatat memiliki utang Rp 41 juta. Utang tersebut mengalami penurunan pada LHKPN 2019 menjadi Rp 30 juta. Sementara pada LHKPN 2020 jumlahnya masih sama.

Berikutnya ada Syahrul Karim. Komisioner yang membidangi divisi hukum dan pengawasan ini juga meningkat harta kekayaannya. Pada LHKPN 2018 tercatat Rp 212.000.000, pada tahun 2019 turun menjadi Rp 42.000.000, tahun 2020 hartanya mencapai Rp 222.500.000, dan pada tahun 2021 mencapai Rp 299.800.000.

Harta Syahrul meliputi tanah dan bangunan senilai Rp 450 juta, motor Honda NC11B3CA tahun 2011 senilai Rp 1,3 juta, harta bergerak lainnya senilai Rp 23,5 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 10 juta. Total hartanya mencapai Rp 484 ,8 juta. Kendati demikian, dirinya memiliki utang sebesar Rp 185 juta. Utang tersebut muncul pada LHKPN 2019 sebesar Rp 170 juta. Lalu pada LHKPN 2020 meningkat menjadi Rp 200 juta dan turun pada LHKPN 2021. Dengan demikian, total harta kekayaan mencapai Rp 299,8 juta.

Terakhir adalah Mega Fariany Ferry. Jumlah kekayaannya juga mengalami peningkatan. Jika pada tahun 2018 total harta kekayaannya mencapai Rp 159 juta, maka pada tahun 2019 menjadi Rp 199 juta, lalu meningkat menjadi Rp 244.369.459 pada tahun 2020, dan pada tahun 2021 sebesar Rp 284.369.459.

Pada LHKPN 2018 lalu, Mega tercatat memiliki satu bidang tanah dan bangunan saja. Namun pada LHKPN 2019, asetnya bertambah. Penambahan itu meliputi tiga bidang tanah yang berada di Kota Balikpapan. Sehingga, total nilai asetnya berdasarkan LHKPN 2021 mencapai Rp 350 juta.

Alumnus STMIK Borneo Balikpapan itu juga dilaporkan memiliki tiga jenis kendaraan, yakni Toyota Agya tahun 2014, serta dua motor Honda Beat tahun 2009 dan 2014. Pada LHKPN 2021, Mega juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya sebesar Rp 18 juta, serta kas dan setara kas sebesar Rp 1.369.459.

Namun dia juga tercatat memiliki utang. Dalam LHKPN 2021, utangnya tercatat Rp 150 juta atau meningkat tiga kali lipat dibandingkan LHKPN 2018 yang sebesar Rp 50 juta. (***)

Tren Total Harta Kekayaan Komisioner KPU Kota Balikpapan

NOOR THOHA

  • 2018: 1.510.000.000
  • 2019: 3.002.000.000
  • 2020: 3.152.000.000
  • 2021: 4.243.000.000

YAN FAUZI WARDANA

  • 2018: 1.212.000.000
  • 2019: 1.403.632.409
  • 2020: 1.663.289.799
  • 2021: 1.527.234.000

RIDWANSYAH HEMAN

  • 2018: 717.000.000
  • 2019: 753.000.000
  • 2020: 777.750.000
  • 2021: 836.000.000

SYAHRUL KARIM

  • 2018: 212.000.000
  • 2019: 42.000.000
  • 2020: 222.500.000
  • 2021: 299.800.000

MEGA FARIANY FERRY

  • 2018: 159.000.000
  • 2019: 199.000.000
  • 2020: 244.369.459
  • 2021: 284.369.459

Sumber: LHKPN KPK

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.