Kejahatan Meningkat 11,08 Persen Selama Masa PSBB

Didominasi Pencurian dengan Pemberatan, Polri Klaim Masih Terkendali

INTREN.ID, JAKARTA – Tindak kejahatan meningkat pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah pandemi virus corona baru (Covid-19). Angka peningkatannya bahkan mencapai 11,08 persen.

“Berdasarkan evaluasi untuk tindak kejahatan pada minggu ke-15 dan 16, secara keseluruhan mengalami angka peningkatan sebesar 11,80 persen,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, Senin (20/4/2020) dalam konferensi pers Divisi Humas Polri.

Diakui, peningkatan angka kejahatan ini terjadi di beberapa wilayah yang menerapkan PSBB. Tren kejahatan yang mengalami peningkatan terbanyak yaitu pencurian dengan pemberatan (curat). Meski demikian, Polri tidak mengungkap secara rinci sebaran kasus kriminal tersebut.

Kata Asep secara umum, meski mengalami peningkatan kejahatan, secara umum situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) masih terjaga dan terkendali. Aparat kepolisian dalam hal ini bakal menindak tegas setiap pelaku kejahatan yang membahayakan masyarakat khususnya di tengah situasi pandemi Covid-19 yang tengah terjadi.

- ADVERTISEMENT -

“Polri terus melakukan upaya-upaya untuk memberikan jaminan dan rasa aman pada masyarakat. Ketika kejahatan terjadi, Polri tidak segan untuk melakukan tindakan tegas kepada pelaku kejahatan yang tentunya dilakukan secara terukur,” beber Asep.

Lebih lanjut dia memaparkan vvaluasi PSBB baik yang sudah memasuki pekan kedua maupun hari-hari pertama. Secara umum selama penerapan PSBB, jajaran Polri dan TNI beserta stakeholder telah melakukan imbauan untuk tidak mudik. Kemudian melaksanakan kegiatan sosial di antaranya pendirian dapur umum dan pembagian sembako.

Evaluasi penegakan aturan untuk pelaksanaan PSBB sejak 13 April, jenis pelanggaran yang paling banyak ditemukan adalah pengendara yang tidak mengenakan masker sebanyak 11.240 pelanggar. Disusul kemudian dengan kendaraan yang jumlah penumpangnya melampaui kapasitas 50 persen, sebanyak 3.357 pelanggar. Serta pengendara sepeda motor yang berboncengan tidak satu alamat sebanyak 1.430 pelanggar. (***)

Reporter: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.