Kehabisan Biaya Akibat Corona, Pasutri Asal Rusia Ngamen di Lombok

Dianggap Ganggu Ketertiban Umum, Akhirnya Dideportasi Pihak Imigrasi

INTREN.ID, LOMBOK BARAT – Pandemi virus corona baru (Covid-19) di Indonesia bukan hanya berdampak pada masyarakat Tanah Air. Warga negara asing (WNA) yang sedang berlibur ke Indonesia pun turut kena imbasnya.

Sebagaimana dialami pasangan suami istri (pasutri) asal Rusia berinisial MB (30) dan ES (29). Keduanya terpaksa mengamen dengan membawa bayi mereka yang masih berusia dua tahun, SS, demi bertahan hidup lantaran tak bisa kembali ke negara asal.

Kisah pasutri ini viral setelah video mereka tengah mengamen beradar di dunia maya. Dalam video berdurasi 20 detik tersebut, mereka terlihat mengamen sembari menggendong bayinya di Pasar Tradisional Kebon Roek, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). MB memainkan alat musik akordeon didampingi ES yang menggendong anak SS.

Ditjen Imigrasi menyatakan, kedua pasutri tersebut kehabisan biaya ketika berlibur ke Indonesia. Mereka tinggal di sebuat homestay di kawasan Senggigi, Lombok Barat, setelah sebelumnya sempat ke Bali.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Mataram Syahrifullah mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora) Kabupaten Lombok Barat untuk menertibkan aksi pasutri tersebut. Saat didatangi ke penginapan mereka, diketahui bagaimana ihwal kisah sedih WNA Rusia itu.

“Ketiga WN Rusia datang ke Indonesia menggunakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) melalui Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Riau, pada tanggal 16 Maret 2020,” sebut Syahrifullah.

Sesampaiknya di Indonesia, mereka berlibur ke Bali dan menyewa sebuah sepeda motor. Tetapi lantaran biaya hidup di Bali mahal, mereka kemudian ke Lombok pada pekan ketiga April.

Awalnya mereka berencana hanya beberapa pekan di Lombok dan akan berlibur ke Jawa. Tetapi karena ada pandemi global virus Corona dan akses menuju Bali dan Jawa ditutup, ketiganya tertahan di Lombok.

“Untuk membiayai hidupnya, pasutri tersebut mengamen di pasar,” tuturnya.

Dijelaskan, secara izin tinggal MB dan ES tidak menyalahi aturan. Lantaran menggunakan BVK 30 hari. Mereka lantas mendapatkan izin tinggal darurat karena pandemi Covid-19 sesuai Permenkum HAM Nomor 11/2020.

“Yang mana bagi WNA yang masih berada di Indonesia dan tidak bisa kembali ke negaranya karena tidak adanya penerbangan internasional mendapatkan izin tinggal sementara,” terang Syahrifullah.

Meski demikian, aktivitas mereka yang mengamen dianggap mengganggu ketertiban umum. Alhasil mendapatkan tindakan administratif dari keimigrasian.

MB dan ES sempat dipanggil penyidik Imigrasi pada 29 April 2020. Tetapi mereka kembali mengamen di pasar. Sehingga Kantor Imigrasi pun lantas mengamankan ketiganya.

Pada akhirnya WNA malang tersebut dideportasi kembali ke negara asalnya pada Ahad (3/5/2020) melalui Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar. Setelah sebelumnya dibawa ke Bali melalui Pelabuhan Lembar.

“Mereka selanjutnya diterbangkan menggunakan pesawat menuju Rusia dengan fasilitas yang diberikan Konsul Kehormatan Rusia di Denpasar, Bali,” tandas Syahrifullah. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.