Kasus Positif Sudah 17 Ribu, Masyarakat Diminta Jalani Hidup Baru

INTREN.ID, JAKARTA – Kasus positif virus corona baru (Covid-19) di Indonesia jumlahnya sudah melampaui 17 ribu orang. Ini setelah pada Sabtu (16/5/2020) terjadi penambahan 529 orang sehingga totalnya menjadi 17.025 kasus.

Sedangkan pasien sembuh menjadi 3.911 setelah ada penambahan 108 orang dan kasus meninggal menjadi 1.089 dengan penambahan 13 orang.

Atas hal ini, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memulai hidup baru dengan mengubah perilaku dan menyesuaikan diri di tengah pandemi Covid-19. Hal tersebut perlu dilakukan karena hanya itu satu-satunya cara untuk berdamai dengan virus corona jenis baru.

“Bukan menyerah. Berdamai bukan menyerah. Tetapi kita harus beradaptasi untuk mengubah pola hidup kita dengan menjalankan protokol kesehatan yang ketat. Yang benar, yang berdisiplin. Ini yang kita sebut sebagai pola kehidupan yang baru,” kata Yurianto

Dia menyadari dalam beberapa waktu terakhir ini banyak masyarakat yang terpaksa harus tidak bisa bekerja akibat dampak Covid-19. Banyak masyarakat yang harus kehilangan pekerjaan sehingga menimbulkan permasalahan-permasalahan yang kompleks. Mulai dari aspek sosial, ekonomi, budaya, hingga pertahanan dan keamanan.

Karena itu, melalui cara berpikir yang baru, bersikap yang baru dan lebih produktif, maka masyarakat dapat menghindari permasalahan yang muncul akibat dari dampak Covid-19 tersebut.

“Ini harus kita laksanakan dan harus kemudian segera diimplementasikan, dihadapkan pada beberapa dampak Covid-19 ini di dalam kehidupan masyarakat kita. Oleh karena itu, sekarang harus kita mulai berubah dengan cara berpikir yang baru, dengan bersikap yang baru, yaitu kita harus produktif dan aman dari Covid-19. Produktif dan aman dari Covid-19,” jelas Yuri.

Hal ini menurutnya bisa dicapai apabila semua pihak memahami betul protokol kesehatan yang sudah ditentukan. Dengan memegang teguh pelaksanaan protokol ini, konsisten, tidak terputus dan tanpa terkecuali.

Menurutnya, cara-cara menerapkan kehidupan yang baru adalah tetap melakukan sebagaimana kehidupan normal. Yang kemudian diimbangi dengan upaya selalu membiasakan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun, menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan tidak keluar rumah.

“Inilah cara hidup kita yang baru. Cara hidup kita yang selalu membiasakan untuk menjaga kebersihan diri. Selalu membiasakan untuk mencuci tangan dengan menggunakan sabun, menggunakan masker, menghindari kerumunan, dan kemudian kalau tidak perlu tidak keluar dari rumah,” jelas Yuri.

Dia juga mengharapkan agar masyarakat dapat mematuhi ajuran pemerintah lainnya. Termasuk yang diatur dalam Surat Edaran nomor 4 tahun 2020 Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dalam kerangka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Apabila masyarakat tidak berdaptasi dengan pola hidup baru dan sistem seperti yang telah diatur oleh pemerintah, sambung Yurianto, maka hal itu akan menjadi buruk. Terlebih virus SARS-CoV-2 ini belum benar-benar bisa dihilangkan dari muka bumi.

“Hanya satu yang bisa kita lakukan untuk tetap bertahan, beradaptasi dengan pola hidup yang baru. Pola hidup dengan memegang teguh dan menjalankan secara disiplin semua protokol kesehatan, yang telah ditetapkan oleh pemerintah,” sebutnya.

“Ini cara hidup yang baru, dan ini pilihan kita, kalau kita ingin selamat, kita ingin survive dari kondisi yang melanda muka bumi saat ini,” pungkas Yuri. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.