Kasus Corona di Batam Terus Meningkat, Razia Protokol Kesehatan Makin Diperketat

INTREN.ID, BATAM – Tim Terpadu Penegakan Hukum dan Peningkatan Disiplin Protokol Kesehatan Kota Batam masih terus melakukan sosialisasi dan pemberian sanksi. Bagi masyarakat yang tak melaksanakan protokol kesehatan sesuai Perwako Nomor 49 Tahun 2020.

Razia protokol kesehatan diperketat apalagi kasus penyebaran virus corona baru (Covid-19) di Batam makin meningkat dari waktu ke waktu.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Batam Salim mengatakan, hasil temuan di lapangan masih banyak masyarakat tidak mau menggunakan masker saat melakukan aktivitas di luar rumah.

“Kemarin kami patroli di sekira kawasan Pertokoan Bumi Indah dan Pasar Pujabahari. Ada 60 warga dewasa dan remaja yang tak patuh terhadap protokol kesehatan,” ucap Salim, Rabu (23/9/2020).

Selain diberikan teguran secara tertulis, para pelanggar juga harus membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi lagi pelanggaran tersebut. “Jika nantinya ditemukan kembali tak patuh terhadap protokol kesehatan, ada sanksi berat yang akan dikenakan,” tegasnya.

- ADVERTISEMENT -

Selain memberikan imbauan dan teguran, Saleh juga mengatakan pihaknya akan membagikan sejumlah masker kepada masyarakat yang belum memakai masker.

Sementara itu Kepala Bidang trantib Satpol PP Kota Batam Imam Tohari mengungkapkan, dalam beberapa kali melakukan razia protokol kesehatan, pihaknya telah menjaring 253 orang. Dengan rincian 36 orang di razia pertama, 32 orang pada razia kedua, 130 orang pada razia ketiga di SP Plaza dan yang terakhir terdapat 60 orang di Pasar Pujabahari.

“Itu data yang telah terjaring dan hari ini kami juga melakukan razia di Pasar Pinuin,” ucap Imam.

Dia juga menegaskan, tim terpadu yang terdiri dari Satpol PP, TNI, Polri, Ditpam BP Batam, Kejaksaan dan Pengadilan akan secara rutin melakukan razia ini. Untuk memastikan masyarakat Batam taat menjalankan protokol kesehatan. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.