Juni Keramat: Koalisi PKS-Demokrat Tinggal Ketuk Palu, Nama Ismeth Mencuat

Menanti Arah Koalisi Pilgub Kepri

INTREN.ID, BATAM Meskipun pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur dibuka September mendatang, namun Juni dianggap sebagai deadline bagi partai politik (parpol) untuk menentukan sikap. Pasalnya, jika tidak memutuskan hingga akhir Juni, bisa dipastikan ketinggalan momen.

Pada Juni Keramat ini baru Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memprokalmirkan pasangan Soerya Respationo-Iman Sutiawan. Deklarasi disampaikan awal Juni lalu.

Kabar terbaru, dalam waktu dekat akan muncul poros baru. Yaitu koalisi Partai Keadlian Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat. Bahkan keputusan koalisi dua parpol oposisi ini tinggal ketuk palu saja. Pasalnya, komunikasi sudah terjalin antara keduanya.

Ketua DPW PKS Kepri, Raden Hari Tjahyono tak menampik kabar itu. Bahkan Raden mengakui jika beberapa waktu lalu pihaknya sempat bertemu dengan Demokrat untuk koalisi dalam Pilgub Kepri mendatang.

“Kami sudah bertemu dengan Demokrat untuk membahas koalisi. Karena koalisi PKS dan Demokrat sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon dalam Pilgub Kepri. Tinggal menunggu keputusan pusat,” katanya.

Kendati demikian, komunikasi politik dengan parpol lain juga terus dilakukan. “Namun kita juga tetap berkomunikasi dengan hampir semua partai hingga saat ini,” ungkapnya.

Berkaca dari helatan kenduri demokrasi sebelumnya, untuk kali ini PKS akan mengusung kandidat di tingkat gubernur dari lintas kabupaten/kota. Menurutnya dengan hal tersebut komunikasi politik akan terjalin lebih mudah.

Lalu, siapa yang akan diusung PKS?

Nama Gubernur Kepri pertama, Ismeth Abdullah berada di peringkat pertama daftar calon yang akan diusung PKS. Raden menyebut, di antara semua bakal calon, Ismeth memang lebih intens melakukan silaturahmi. Itu dilakukan Ismeth sejak dulu.

“Untuk penjajakan awal, PKS telah memilih Ismeth untuk maju dalam Pilgub Kepri mendatang yang akan didampingi oleh salah seorang kader internal PKS. Sedangkan lima kader internal, sengaja belum kita sebut. Karena semua masih tergantung komunikasi politik,” ucapnya.

Terpisah, sekretaris DPD Demokrat Kepri, Husnizar Hood mengaku jika sampai saat ini belum ada perkembangan menarik. “Semua masih menunggu,” katanya.

Terkait koalisi PKS-Demokrat, Husnizar mengaku belum tahu. Menurutnya, yang lebih tahu adalah ketua DPD Demokrat Kepri, Apri Sujadi. “Wah, saya belum tahu (soal koalisi PKS-Demokrat). Mungkin ke Pak Apri, beliau (Apri Sujadi, Red.) yang lebih tahu,” bebernya.

Kendati demikian, Apri belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. Kabar beredar bahwa Bupati Bintan itu dipanggil oleh DPP Demokrat untuk membahas arah partai berlambang mercy itu pada pilkada di Kepri.

Di Pusat, PKS-Demokrat Sepakat Koalisi

Bukan tanpa alasan PKS-Demokrat bakal berkoalisi. Hubungan mereka kian mesra sejak sama-sama berada di luar pemerintahan. Bahkan, keduanya sepakat membangun kerja sama politik dalam momen pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020.

Tentu masih ingat saat kedua fungsionaris kedua parpol bertemu awal Juni 2020 lalu. Demokrat membalas kunjungan PKS. Mereka pun bertemu di kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan. Pertemuan yang berlangsung pukul 14.00 sampai 16.30 itu lebih banyak membahas penjajakan koalisi dalam pilkada.

Hadir dalam pertemuan itu, Demokrat Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP Demokrat Andi Arief, Wakil Ketua Dewan Pembina Rachland Nashidik, Sekretaris Bappilu Kamhar Lakumani, dan Andi Nurpati.

Sementara PKS diwakili Ketua Badan Pemenangan Pemilu dan Pilkada Chaerul Anwar, Ketua Bidang Polhukam Almuzzammil Yusuf, dan Suwono.

Kamhar mengatakan, pertemuan itu menghasilkan beberapa poin penting. Salah satunya kemungkinan berkoalisi mengusung calon kepala daerah di beberapa daerah. “PKS-Demokrat membuka peluang koalisi di beberapa daerah. Di pilwali Tangsel kami sudah capai kata sepakat,” ungkapnya.

Kader Demokrat Siti Nur Azizah sebagai calon wali kota Tangsel akan diduetkan dengan kader PKS bernama Ruhamaben. Diketahui, Nur Azizah merupakan wakil sekretaris jenderal DPP Demokrat dan tak lain adalah putri Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Selain di Tangsel, Demokrat-PKS membuka peluang koalisi di beberapa daerah. Di antaranya di pilwali Depok dan Medan. Di Medan kedua partai hampir pasti akan menjalin koalisi untuk bertarung dengan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution. Kamhar menegaskan, pihaknya sama sekali tidak gentar meskipun sejumlah partai ramai-ramai mendukung Bobby. ”Di Medan kami sangat optimistis,” tegas pria asal Makassar itu. (***)

 

Reporter: Agung Maputra

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.