Jelang Penerapan PPKM Darurat, Bea Cukai Batam Gagalkan Pengiriman Satu Bungkus Sabu-sabu ke Bali

INTREN.ID, BATAM – Jelang penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Kota Batam yang mulai berlaku pada Senin, 12 Juli 2021, Bea Cukai Batam berhasil mengamankan satu bungkus sabu-sabu seberat 96,8 gram yang akan dikirimkan ke Kuta, Bali pada Rabu, (7/7/2021) lalu.

Kepala Seksi Layanan Informasi Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam (KPU BC Batam), Undani menjelaskan, tangkapan tersebut berawal dari kecurigaan petugas Bea Cukai Batam terhadap citra x-ray pada barang tujuan Bali.

Rabu sekira pukul 16.00 WIB, petugas Bea Cukai Batam yang bertugas di Tempat Penimbunan Sementara (TPS) AEI mencurigai salah satu barang kiriman yang diberitahukan sebagai jam tangan.

“Diketahui bahwa barang tersebut akan dikirim oleh pria berinisial Y kepada penerima berinisial HR yang beralamat di Kuta, Badung, Bali,” ungkap Undani.

Setelah petugas melakukan pemeriksaan barang, didapati barang kiriman berupa satu buah jam tangan dan satu buah plastik mencurigakan berisi kristal putih.

“Lalu petugas melakukan uji narcotest pada kristal putih tersebut, dan didapati kristal tersebut positif methamphetamine, seberat 98,6 gram,” lanjut Undani.

Atas barang bukti tersebut, selanjutnya diserahterimakan ke Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) untuk proses lebih lanjut.

Disampaikan oleh Undani, upaya penyelundupan tersebut dapat dijerat dengan Undang-undang (UU) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 114 Ayat (2) dan/atau Pasal 112 Ayat (2) Juncto Pasal 132 ayat (1)

“Ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup, atau paling singkat 6 tahun dan paling lama 20 tahun,
serta pidana denda maksimum Rp10.000.000.000 (sepuluh miliar rupiah),” pungkas Undani. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.