Jelajahi Sandaran Demi Wujudkan Kutim Makin Maju, Mahyunadi-Kinsu Silaturahmi Sekaligus Serap Aspirasi Warga

INTREN.ID, SANGATTA – Pernahkah Anda melihat gambar mirip hidung Pulau Kalimantan pada peta? Letaknya berada paling timur Borneo. Berbatasan langsung dengan Selat Makassar di sebelah timur dan selatan, dan Kabupaten Berau di sebelah utara.

Untuk tiba di sana, dibutuhkan perjalanan lebih dari 12 jam dengan jarak tempuh lebih dari 400 kilometer dari Sangatta. Itulah Kecamatan Sandaran. Salah satu wilayah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) di pelosok sana. 1-2 November, di sanalah calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu, berada.

Dalam rangka menggelar silaturahmi dan menyerap aspirasi warga, calon nomor urut satu ini benar-benar menjelajahi seantero Kutim. Tidak hanya kawasan kota saja yang disasar. Mahyunadi-Kinsu juga menjamah seluruh wilayah Kutim, hingga sampai ke pelosok.

Antusiasme warga Desa Susuk Dalam, Kecamatan Sandaran, menghadiri acara silaturahmi calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu di gedung serbaguna. (Anggi Pranata)

Minggu (1/11/2020), pagi Mahyunadi-Kinsu menyapa warga Desa Susuk Dalam. Bertempat di gedung serbaguna, ratusan warga berkumpul menitipkan amanah kepada pasangan ini. Berbagai aspirasi disampaikan warga saat bertemu dengan calon nomor urut satu tersebut. Pada kesempatan itu, hadir pula anggota DPRD Kutim dari Partai Nasional Demokrat (Nasdem), pengusung Mahyunadi-Kinsu.

Harapan warga dalam rangka meningkatkan kegiatan keagamaan pun disampaikan. “Pak, kami mohon dibangunkan pondok kecil untuk pesantren,” harap Muh Jailuddin, imam masjid setempat.

Senada disampaikan ketua adat Desa Suku Luar, Zainuddin. Dia mendoakan agar Mahyunadi-Kinsu memimpin Kutim, sehingga kegiatan keagamaan dapat ditingkatkan. “Semoga menang dan harus menang untuk jadi bupati-wakil bupati. Pertanyaan dan harapannya sama saja seperti Pak Jailuddin, yaitu terkait keagamaan dan masalah pondok pesantren,” harapnya.

https://youtu.be/mWEJmGhfIRw

Abdul Majid, warga lainnya berharap ada program pengalaman lapangan (PPL) dan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kecamatan Sandaran.”Harapannya PPL harus ada di sini dan SPBU mini,” harapnya.

Sementara, warga lainnya, Jafar berharap agar corporate social responsibility (CSR) perusahaan juga diarahkan ke desa-desa di Kecamatan Sandaran. Karena untuk membangun Kecamatan Sandaran, dibutuhkan juga campur tangan pihak swasta.

“Mohon agar CSR perusahaan diarahkan ke Kecamatan Sandaran. Di desa-desa di sini. Sehingga percepatan pembangunan bisa dilakukan,” kata Jafar.

Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu menyampaikan programnya di hadapan warga Desa Marukangan, Kecamatan Sandaran. (Anggi Pranata)

Tak berhenti di situ, sore harinya Mahyunadi-Kinsu bertatap muka dengan warga Desa Marukangan. Pada kesempatan itu, warga Desa Marukangan, Rahman mengungkapkan, salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat setempat adalah jaringan telekomunikasi. Hal itu tentu saja cukup miris mengingat di tengah arus digitalisasi, masyarakat malah belum bisa mengakses internet.

“Masalah jaringan telekomunikasi menjadi harapan kami agar bisa diselesaikan oleh Mahyunadi-Kinsu. Sehingga warga kami dapat mengakses informasi. Saat ini, mau telepon saja susah sinyal, apalagi mau buka internet. Kami makin yakin bahwa Mahyunadi-Kinsu bisa merealisasikannya,” kata Rahman.

Persoalan repot dan ribetnya mengurus perizinan juga dikeluhkan warga. Susi, warga setempat mengungkapkan, selama ini kalau mau urus administrasi dan perizinan harus ke Sangatta dulu. “Jaraknya jauh. Ini yang kami keluhkan,” kata Susi.

Keluhan Susi pun sudah dalam tertuang dalam misi Mahyunadi-Kinsu. Yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik dan berbasis elektronik. Di mana, Mahyunadi-Kinsu menerapkan e-goverment dan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan.

“Kita sudah masuk era digitalisasi. Harusnya semua yang berurusan dengan pemerintah menjadi mudah. Oleh karena itulah, Mahyunadi-Kinsu akan menerapkan e-government dalam pelayanan publik dan e-budgeting dalam menata anggaran. Lewat e-government, urus perizinan lewat online. Setelah elektrifikasi listrik, insya Allah kita bangun tower telekomunikasi,” tegas Mahyuandi.

Sementara, warga lainnya, Suyono mengeluhkan soal lahan perusahaan yang tidak memiliki hak guna usaha (HGU). “Ada lahan perusahaan yang gelap. Tidak punya HGU,” tegas Suyono.

Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu memastikan bahwa aspirasi warga Desa Takat, Kecamatan Sandaran akan terealisasi. (Anggi Pranata)

Malamnya, Mahyunadi-Kinsu bertandang ke Dusun Takat, Desa Manubar. Aspirasi yang muncul mulai dari pembangunan masjid ingin diselesaikan tingkatkan kualitasnya, pencegahan narkoba terhadap generasi muda, hingga masalah kesehatan bagi warga tidak mampu.

Senin (2/11/2020) pagi, Mahyunadi-Kinsu pun berkunjung ke Desa Manubar, Kecamatan Sandaran. Pertemuan pun digelar di Gedung Gerdabangagri. Kepala adat setempat, H Ahmad mengatakan, sektor wisata harus dikelola dengan baik. Dia pun yakin bakal menyulap kawasan itu menjadi destinasi wisata yang memesona.

“Wisata pantai sangat indah, bagaimana caranya dikelola agar makin berkembang ke depannya. Saya yakin bahwa Mahyunadi-Kinsu mampu menyulap kawasan Desa Manubar menjadi destinasi wisata pantai terbaik,” harapnya.

Sebagai seorang yang lebih muda, calon Wakil Bupati Kutim, H Lulu Kinsu menunjukkan rasa hormatnya kepada tokoh masyarakat di Desa Manubar, Kecamatan Sandaran. (Anggi Pranata)

Sunirman, warga lainnya menyoroti soal pendidikan di Kutim. Di Desa Manubar, kata dia, pendidikan seolah tidak diperhatikan. Itulah mengapa, dia berharap agar Mahyunadi-Kinsu dapat meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan.

“Masalah pendidikan ini harus diperhatikan. Mulai dari kualitas pendidikan, bangunan, hingga ketersediaan jaringan telekomunikasi. Insya Allah saya mendukung Mahyunadi-Kinsu demi peningkatan kualitas pendidikan di Desa Manubar,” harapnya.

Sore harinya, Desa Tadoan didatangi Mahyunadi-Kinsu. Tepatnya di kediaman Mulyadi, salah seorang tokoh masyarakat setempat.

Mantan kepala desa (kades) setempat, mendorong agar jaringan telekomunikasi sampai di Desa Tadoan. Tak hanya itu saja, persoalan pendidikan juga menjadi aspirasi yang dititipkan kepada Mahyunadi-Kinsu.

“Jaringan telepon harus diprioritaskan oleh Mahyunadi-Kinsu, selain infrastruktur. Karena belum ada jaringan sama sekali di desa ini. Begitu juga soal pendidikan, tolong ada SMP di desa ini,” harapnya.

Calon Bupati dan Wakil Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu mengaminkan doa warga Desa Tadoan, Kecamatan Sandaran yang menginginkan pasangan ini memimpin Kutim. (Anggi Pranata)

Mahyunadi-Kinsu pun memastikan aspirasi warga akan direalisasikan dalam satu periode kepemimpinan melalui visi “Terwujudnya Kabupaten Kutai Timur yang Maju, Mandiri, dan Sejahtera Berlandaskan Gotong Royong”.

“Dalam rangka mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional, Mahyunadi-Kinsu menyiapkan program penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan, penyelesaian pelabuhan laut Sangatta dan pembangunan bandara, elektrifikasi listrik di semua desa, serta dambungan instalasi PDAM di semua desa,” kata Mahyunadi.

Menurutnya, program itu penting dalam rangka mempercepat pertumbuhan seluruh daerah di Kutim. Di mana, target dari semua program itu adalah konektivitas antardaerah, antarkecamatan, dan antardesa. Tidak hanya jalan dan transportasi yang terkoneksi, melainkan juga jaringan listrik, air, hingga telekomunikasi.

Berikutnya, Mahyunadi-Kinsu berkomitmen menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dengan mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM), koperasi, agribisnis dan agroindustri. Di mana, implementasi programnya meliputi kemudahan kredit modal usaha UMKM, dan pengembangan koperasi, serta bantuan saprodi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan.

“Lalu peningkatan nilai tambah hasil produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan. Kemudian penyerapan tenaga kerja lokal di semua industri (pertambangan, migas, CPO dan turunannya), pengembangan pariwisata dan budaya lokal, serta mengembangkan program desa mandiri dan sejahtera,” jelas Mahyunadi.

Dia kembali menjelaskan, Mahyunadi-Kinsu juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudi pekerti luhur, dan berdaya saing. Upaya tersebut direalisasikan melalui lokasi anggaran 20 persen di bidang pendidikan untuk bantuan perlengkapan siswa, pemberian beasiswa, pendidikan nonformal, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru serta pendirian dan pengembangan balai latihan kerja.

“Tidak hanya pendidikan, sektor kesehatan dan rohani juga dijaga. Kami akan merealisasikan pembangunan rumah sakit pratama, pembangunan rumah dokter, peningkatan kualitas sarana, prasarana dan pelayanan kesehatan, bantuan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu serta bantuan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita. Kemudian, peningkatan dan pemerataan kualitas pemuka agama dan rumah ibadah,” bebernya.

Di sela-sela agenda kampanye, calon Bupati Kutim, H Mahyunadi SE MSi menyempatkan diri berdialog dengan warga setempat. (Anggi Pranata)

Di bidang sosial masyarakat, Mahyunadi-Kinsu juga bakal mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik serta tatanan kehidupan sosial yang harmonis. Di mana, implementasi programnya adalah alokasi anggaran 50-100 juta per RT/tahun untuk kegiatan sosial, sarana olahraga dan seni, kegiatan keagamaan dan kegiatan penataan lingkungan di tiap RT.

“Selain itu, program kami adalah penataan peruntukan lahan per kecamatan, pembinaan lembaga adat, ormas, OKP, olahraga, seni, dan budaya, serta menumbuhkembangkan budaya gotong-royong dalam masyarakat,” tambah H Kinsu.

Pengusaha muda itu menambahkan, Mahyunadi-Kinsu juga berkomitmen mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik dan berbasis elektronik. Penerapan e-goverment dan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan dilakukan sebagai bentuk menyambut era digitalisasi.

“Tidak sekadar sistemnya, peningkatan kualitas, kapasitas, dan kesejahteraan ASN (aparatur sipil negara) dilakukan. Demikian juga, peningkatan kesejahteraan tenaga honorer melalui pengupahan UMK (upah minimum kabupaten), juga mendorong percepatan penyelesaian pembangunan proyek strategis nasional di Kawasan Industri Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK),” tegas H Kinsu.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Dukungan dari masyarakat sangat menentukan nasib kabupaten berpenduduk 424.171 jiwa (semester I 2020) itu. Jika salah memilih memimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah coblos nomor 1, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Anggi Pranata

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.