Jangan Coba-coba ke Singapura Sembarangan, Ini Alasannya…

INTREN.ID, SINGAPURA – Pemerintah Singapura memberlakukan kebijakan khusus sebagai dampak dari mewabahnya Covid-19 alias Singapura. Semua pemegang kartu kunjungan jangka panjang (long-term visit pass/LTVP), termasuk mereka yang telah diberikan persetujuan prinsip (in-principle approval/IPA) untuk LTVP, dan pemegang kartu pelajar (student pass/STP) harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah sebelum memasuki Singapura mulai pukul 11.59 malam pada Minggu (29 Maret).

Pemerintah setempat mengumumkan langkah pada hari Sabtu sebagai tindakan pencegahan tambahan terhadap penyebaran Covid-19 di negara tersebut.

Pemegang LTVP dan mereka yang diberikan IPA, yang berencana untuk masuk atau kembali ke Singapura harus mendapatkan izin dari Imigrasi Singapura (Immigration and Checkpoints Authority/ICA) sebelum mereka memulai perjalanan ke Singapura dengan mengajukan aplikasi mereka untuk masuk melalui email.

Pemegang kartu pelajar yang sudah ada dan mereka yang telah diberikan IPA untuk kartu pelajar harus mendapatkan izin dari Departemen Pendidikan (Ministry of Education’s/MOE) sebelum memulai perjalanan mereka ke Negeri Singa.

MOE akan mempertimbangkan kursus di mana siswa terdaftar dan memprioritaskan persetujuan masuk bagi mereka yang belajar di lembaga pendidikan tinggi yang didanai publik.

“Pemegang kartu pelajar dan mereka yang telah diberikan IPA untuk kartu pelajar harus menyerahkan aplikasi mereka ke lembaga pendidikan mereka, yang kemudian akan meneruskan aplikasi mereka ke MOE,” kata kementerian tersebut, seperti dilansir dari The Straits Times.

Langkah persetujuan masuk datang pada pengumuman MOE pada hari Jumat (27/3/2020) mengenai lebih banyak pembelajaran berbasis rumah di lembaga-lembaga pendidikan, mengingat lonjakan kasus Covid-19 baru-baru ini.

Mulai 1 April, semua sekolah akan melakukan pembelajaran berbasis rumah satu hari seminggu.

Sekolah dasar akan melakukannya pada hari Rabu, sekolah menengah pada hari Kamis, dan perguruan tinggi junior dan lembaga terpusat pada hari Jumat.

Pada hari Jumat, Menteri Pendidikan Singapura, Ong Ye Kung mengatakan, langkah ini akan lebih mempersiapkan orang tua dan siswa untuk lebih banyak hari belajar berbasis rumah jika dan ketika diperlukan.

“Kurang dari 10 persen siswa dan staf tidak kembali ke sekolah pada 23 Maret, hari pertama kembali setelah liburan selama seminggu di bulan Maret, setelah diberhentikan 14 hari cuti atau tinggal di rumah,” kata Ong.

Cuti absen berlaku untuk siswa dan staf sekolah, prasekolah dan pusat perawatan siswa yang kembali ke Singapura pada atau setelah 14 Maret.

Dalam pengumuman pada hari Sabtu, pemerintah mengatakan, pelamar yang diberikan izin untuk memasuki Singapura akan dikeluarkan surat persetujuan masuk oleh ICA atau MOE yang berlaku selama dua minggu.

Wisatawan harus membuat surat persetujuan masuk ini kepada staf maskapai penerbangan pada saat check-in di bandara keberangkatan dan ke petugas imigrasi di pos pemeriksaan setibanya di Singapura.

Pelamar disarankan untuk tidak membuat rencana perjalanan ke Singapura sampai persetujuan telah diberikan oleh ICA atau MOE.

“Mereka yang tiba di Singapura tanpa surat izin masuk tidak akan diizinkan untuk membersihkan imigrasi dan akan diminta untuk terbang keluar dari Singapura dalam waktu 48 jam dengan biaya sendiri,” kata ICA.

ICA akan membatalkan kartu atau membatalkan IPA dari mereka yang gagal mematuhi perintah untuk keluar.

Kementerian Tenaga Kerja (The Ministry of Manpower/MOM) juga telah mewajibkan semua pemegang izin kerja baru dan yang sudah ada, termasuk tanggungan, untuk mendapatkan persetujuan kementerian sebelum memulai perjalanan mereka ke Singapura.

Persetujuan masuk berlaku untuk pemegang kartu pass yang ada yang saat ini berada di luar Singapura serta mereka yang telah diberikan IPA untuk kartu pass kerja dan belum memasuki negara tersebut.

MOM mengatakan, pengusaha diharuskan untuk mengajukan persetujuan masuk menggunakan situs web.

Pemegang izin kerja yang permohonan persetujuan masuknya ditolak diminta untuk tidak masuk atau kembali ke Singapura dan disarankan untuk mengajukan permohonan lagi untuk persetujuan yang disyaratkan.

“Mereka yang tidak mematuhi dan terbang ke Singapura akan dicabut izin kerjanya dan dilarang bekerja di Singapura di masa depan,” kata pemerintah.

MOM akan membatasi jumlah persetujuan masuk untuk pemegang izin kerja menjadi jumlah yang sangat kecil.

Implementasi persetujuan masuk diterapkan untuk membantu lembaga-lembaga mengatur arus masuk orang ke Singapura untuk mengurangi risiko impor kasus Covid-19.

Wisatawan yang diberikan persetujuan masuk akan diberlakukan pemberitahuan tinggal di rumah selama 14 hari pada saat kedatangan.

Wisatawan juga diingatkan untuk menyerahkan deklarasi kesehatan dan perjalanan melalui e-Layanan Kartu Kedatangan SG sebelum kedatangan mereka.

Mereka yang dituduh membuat pernyataan yang salah atau menyesatkan dapat dipenjara hingga enam bulan atau didenda hingga 10 ribu dolar Singapura berdasarkan Undang-Undang Penyakit Menular.

Mereka yang dituntut atas pelanggaran selanjutnya dapat dipenjara hingga 12 bulan dan didenda hingga 20 ribu dolar Singapura. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.