Jamur Enoki Asal Korsel yang Berbahaya Tidak Ditemukan di Bontang

INTREN. ID, BONTANG – Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) memastikan jamur enoki asal Korea Selatan (Korsel) tidak ada di Bontang. Hal ini setelah mereka melakukan monitoring dan pengawasan ke toko-toko, minimarket, agen-agen daging beku, kafe-kafe, serta hotel-hotel yang ada di Kota Taman.

Kasie Keamanan Pangan DKP3 Bontang, Fahrudin Nor mengatakan, sejumlah tempat-tempat yang dilakukan monitoring tersebut diketahui ada beberapa yang menjual jamur enoki. Namun bukan yang berasal dari Korea Selatan. Rata-rata jamur yang berasal dari Tiongkok.

“Tidak semua jamur enoki yang harus dihilangkan dari peredaran. Hanya jamur enoki yang diproduksi dari Green Co. Ltd. asal Korea Selatan. Jadi jamur ini banyak macamnya,” ujarnya.

Dari hasil monitoring, Fahrudin juga menemukan banyak kafe yang sudah tidak menyediakan menu jamur setelah isu ini beredar. Sehingga tidak ada lagi menyetok jamur enoki. Diakui Fahrudin, dalam monitoring ini pihaknya tidak melakukan penarikan karena hal tersebut bukan kewenangannya.

“Kami hanya mengawasi, melakukan pembinaan, dan melaporkannya ke provinsi,” paparnya.

Sebagai langkah antisipasi, Fahrudin juga memberikan arahan kepada penjual-penjual agar jika ada ada yang membeli jamur enoki, agar menyarankan untuk merendamnya telebih dahulu dengan air panas dengan suhu 75 derajat selama 10 menit. “Ini dilakukan agar bakterinya mati,” tukasnya.

Sebelumnya diberitakan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian meminta seluruh supermarket, toko ritel modern, maupun e-commerce yang masih menjual produk jamur enoki greenco asal Korea Selatan untuk menarik dan memusnahkannya. Sebab produk tersebut terbukti mengandung bakteri listeria monocytogenes yang membahayakan kesehatan.

- ADVERTISEMENT -

“Saya imbau seluruhnya kalau ada yang masih jual jamur enoki Korea Selatan jangan lagi distribusikan. Musnahkan karena itu berbahaya,” kata Kepala BKP, Agung Hendriadi dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (2/7/2020).

Adapun, bakteri listeria monocytogenes merupakan salah satu bakteri yang tersebar luas di lingkungan pertanian, baik tanah, tanaman, silase, fekal, limbah, dan air.

“Bakteri tersebut tahan terhadap suhu dingin sehingga mempunyai potensi kontaminasi silang terhadap pangan lain yang siap dikonsumsi dalam penyimpanan,” katanya.

Agung menjelaskan, penyakit listeriosis yang disebabkan bakteri tersebut memiliki konsekuensi sakit hingga meninggal dunia. Terutama bagi mereka yang masuk dalam golongan rentan seperti balita, lanjut usia, dan ibu hamil.

Atas temuan bakteri tersebut, Agung mengatakan BKP Kementan tekah melakukan investigasi terkait proses pemasukan jamur enoki ke Indonesia. Importir yang memperoleh jamur enoki dari Korsel telah memiliki nomor pendaftaran dari otoritas kompeten keamanan pangan pusat. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.