Jalan Lapang Mahyunadi-Kinsu Membangun Kutim, Dapat Dukungan dari Daerah hingga Pusat

INTREN.ID, SANGATTA – Membangun Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tidak sekadar bermodal program. Melainkan juga dukungan anggaran dan politik. Tidak hanya dukungan dari tingkat kabupaten saja, melainkan juga perlu dukungan dari tingkat provinsi hingga pemerintah pusat.

Apalagi, Kutim tengah dilanda beragam persoalan. Mulai dari infrastruktur yang tidak merata, meningkatnya angka kemiskinan, anggaran pendidikan tak sampai 20 persen, hingga tata kelola pemerintahan. Dibutuhkan perubahan untuk membangun kabupaten kaya ini.

https://youtu.be/mWEJmGhfIRw

H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu memang punya segalanya. Selain memiliki program untuk mewujudkan Kutim maju, mandiri, dan sejahtera berlandaskan gotong royong, calon nomor urut satu ini juga panen dukungan. Mulai dari DPRD Kutim, Pemprov Kaltim, DPRD Kaltim, DPR RI, hingga kementerian.

Bukan tanpa alasan Mahyunadi-Kinsu berani memastikan bahwa berbagai persoalan di Kutim akan tuntas hanya dalam satu periode.

Diusung dari koalisi partai politik (parpol) besar yang terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), serta Partai Amanat Nasional (PAN), sangat memudahkan Mahyunadi-Kinsu untuk membangun Kutim.

Belum lagi dukungan dari partai pendukung seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

Di DPRD Kutim, Mahyunadi-Kinsu memiliki modal 23 dari 40 kursi. Sedangkan di DPRD Kaltim, didukung 44 dari 55 kursi. Di DPR RI, enam dari delapan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim adalah pengusung Mahyunadi-Kinsu. Belum lagi dukungan dari anggota DPD RI, Mahyudin dan Zainal Arifin yang selama ini menjadi pendukung penuh pasangan ini.

Di pemerintahan pun demikian, Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Isran Noor dan Hadi Mulyadi, adalah ketua parpol pengusung dan pendukung Mahyunadi-Kinsu. Isran ketua DPW Nasdem Kaltim, sementara Hadi adalah ketua DPW Gelora Kaltim. Pun demikian di lingkaran pemerintah pusat, parpol pengusung Mahyunadi-Kinsu mengisi hampir seluruh kursi menteri, wakil menteri, hingga staf khusus presiden.

“Itulah mengapa, kami sangat optimistis menjadikan Kutim semakin maju, mandiri, dan sejahtera hanya dalam satu periode. Dukungan dari koalisi juga sangat menguntungkan. Nantinya, dalam pembahasan anggaran dan atau pengusulan, tidak ada lagi adu argumentasi. Program yang sudah kita rancang, langsung jalan. Makanya, dibutuhkan perubahan dalam membangun Kutim,” tegas Mahyunadi.

Dalam membangun Kutim, Mahyunadi-Kinsu memang memfokuskan pada lima sektor penting. Yaitu pembangunan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) unggul, pertumbuhan ekonomi, sosial kemasyarakatan, dan tata kelola pemerintahan.

“Dalam membuat program, Mahyunadi-Kinsu melakukan survei dulu. Dibahas bersama tim dan parpol koalisi, sehingga jika diberi amanah untuk menjabat, Mahyunadi-Kinsu tinggal jalan. Tinggal action. Tidak perlu menunggu pembahasan berikutnya,” jelas ketua DPRD Kutim 2014-2019 itu.

Berikut ini implementasi program-program yang sudah disiapkan Mahyunadi-Kinsu:

Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional

Implementasi Program:

  1. Penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan
  2. Penyelesaian pelabuhan laut Sangatta dan pembangunan bandara
  3. Elektrifikasi listrik di semua desa
  4. Sambungan instalasi PDAM di semua desa

 

Menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dengan mengembangkan UMKM, koperasi, agribisnis dan agroindustri

Implementasi Program:

  1. Kemudahan kredit modal usaha UMKM, dan pengembangan koperasi.
  2. Bantuan saprodi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan
  3. Peningkatan nilai tambah hasil produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
  4. Penyerapan tenaga kerja lokal di semua industri (pertambangan, migas, CPO dan turunannya)
  5. Pengembangan pariwisata dan budaya lokal
  6. Mengembangkan program desa mandiri dan sejahtera

 

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudi pekerti luhur, dan berdaya saing

Implementasi Program:

  1. Alokasi anggaran 20 persen di bidang pendidikan untuk bantuan perlengkapan siswa, pemberian beasiswa, pendidikan nonformal, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru serta pendirian dan pengembangan balai latihan kerja
  2. Pembangunan rumah sakit pratama, pembangunan rumah dokter, peningkatan kualitas sarana, prasarana dan pelayanan kesehatan, bantuan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu serta bantuan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita
  3. Peningkatan dan pemerataan kualitas pemuka agama dan rumah ibadah

 

Mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik serta tatanan kehidupan sosial yang harmonis

Implementasi Program:

  1. Alokasi anggaran 50-100 juta per RT/tahun untuk kegiatan sosial, sarana olahraga dan seni, kegiatan keagamaan dan kegiatan penataan lingkungan di tiap RT
  2. Penataan peruntukan lahan per kecamatan
  3. Pembinaan lembaga adat, ormas, OKP, olahraga, seni dan budaya
  4. Menumbuhkembangkan budaya gotong-royong dalam masyarakat

 

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik dan berbasis elektronik

Implementasi Program:

  1. Penerapan e-goverment dan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan
  2. Peningkatan kualitas, kapasitas, dan kesejahteraan ASN
  3. Peningkatan kesejahteraan tenaga honorer melalui pengupahan UMK
  4. Mendorong percepatan penyelesaian pembangunan proyek strategis nasional di Kawasan Industri Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)

 

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.