Italia Lakukan Karantina Total, Ketua Kadin Indonesia: Dampak Investasi Tidak Terlalu Signifikan

INTREN.ID, JAKARTA – Kebijakan lockdown atau karantina total yang dilakukan Italia terhadap negara itu disebut tak akan memengaruhi investasi Indonesia.

Hal ini diutarakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, dalam jumpa pers terkait virus corona (Covid-19) di Kantor Presiden, Rabu (11/3/2020).

“Dampak investasinya tidak terlalu signifikan karena Italia bukan 10 besar investor kita,” ujar Rosan.

Karena itu, para pelaku usaha cenderung tidak khawatir dengan kebijakan Italia yang berlaku sejak 10 Maret 2020 lalu.

Menurutnya, kasusnya akan berbeda bila lockdown terjadi pada negara yang selama ini berinvestasi besar ke Indonesia. Seperti Tiongkok, Jepang, Korea, Belanda, dan Singapura.

Rosan mengakui bila kondisi saat ini tengah diliputi kekhawatiran mengenai Covid-19. Namun demikian, sejauh ini dunia usaha di Indonesia tetap proaktif.

Menurutnya, dunia usaha menilai Pemerintah sudah mengantisipasi dengan baik dan melakukan persiapan matang menghadapi wabah Covid-19.

“Kalau jumlah (positif Covid-19) bertambah, ya bertambah. Tetapi bagaimana antisipasi ini dan melakukan perbaikan. Sehingga mereka ujungnya bisa sembuh, karena kesembuhannya 97 persen,” jelasnya.

“Kita enggak usah panik, yang penting banyak cuci tangan, terbuka, antisipatif tindakannya. Insentif pemerintah sudah jelas,” katanya lagi.

Pemerintah Italia dikabarkan menerapkan kebijakan karantina ke seluruh wilayahnya, setelah angka kematian akibat Covid-19 pada Senin (9/3/2020) melonjak dari 97 orang menjadi 463 orang.

Melalui langkah yang efektif berlaku pada Selasa, semua sekolah dan universitas ditutup sampai awal April.

Bukan itu saja, segala kegiatan olahraga, termasuk kompetisi Serie A, ditangguhkan.
Masyarakat diimbau tidak keluar rumah kecuali bekerja dan urusan darurat. (***)

Penulis: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.