Isu Penundaan Pilkada, BMI Harap Keputusan Didasarkan pada Kualitas Demokrasi

INTREN.ID, JAKARTA – Belakangan banyak desakan dari suara yang meminta penyelenggara Pilkada Serentak 2020 ditunda. Penundaan Pilkada menyusul situasi pandemi Covid-19 di Indonesia belum terkendali.

Isu ini ditanggapi organisasi sayap Partai Demokrat Bintang Muda Indonesia (BMI) melalui Ketua Umumnya Farkhan Evendi. Dia berpendapat, yang harus tetap dijadikan dasar untuk menjawab persoalan ini adalah pada kualitas penyelenggaraan demokrasi.

“Maksud saya pembicaraan kita juga harus tetap didasarkan pada kualitas penyelenggaraan demokrasi. Bahwa pergantian pemimpin itu penting bagi keberhasilan dan kemajuan daerah, ” kata Farkhan, Senin (21/9/2020).

Maka agar demokrasi kita tetap berkualitas, dia menyebut maka proses pendekatan antara calon dan rakyat harus lebih berkualitas. “Adanya pandemi membuat pencapaian kualitas itu jadi terhambat, yang seharusnya kampanye bisa dilakukan secara masif disituasi begini tentu tidak bisa,” ungkapnya.

Kalau calon masih diperbolehkan menggunakan cara-cara konvensional saat berkampanye, tentu itu akan sangat berisiko. Maka perlu ada inovasi dan kreativitas agar kualitas demokrasi meningkat dan risiko pandemi bisa ditekan.

“Atas dasar itu, tentu baik calon maupun masyarakat butuh waktu untuk beradaptasi,” terangnya.

- ADVERTISEMENT -

Lebih jauh Farkhan juga menjelaskan, karena belum ada kepastian kapan kurva penularan virus ini bisa berada pada tahap menurun bahkan melandai. Maka penting adanya sosialisasi protokol covid-19 secara matang terhadap calon kepala daerah, masyarakat, maupun penyelenggara pemilu itu sendiri.

“Agar semua itu bisa dilakukan secara maksimal, tentu kita butuh waktu. Harus kita sadari ini situasi yang tidak biasa bagi perjalanan demokrasi kita. Maka kita harus tekankan bahwa masyarakat butuh waktu untuk berdaptasi dengan cara-cara baru dalam mengenal calon pemimpinnya,” ungkapnya.

Karena, tambah Farkhan, hanya melalui pilkada rakyat punya harapan. Beri rakyat waktu untuk bisa lebih jauh menilai kandidat yang akan dipilih.

“Karna menyangkut nasib mereka ke depan. Jangan sampai momentum ini menjadi seremonial belaka,” tegasnya.

Tetapi meski demikian, Farkhan mengungkapkan bagi BMI pandangan ini belum final. Sebagai sikap resmi organisasi pihaknya akan tetap menunggu keputusan Partai Demokrat. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.