- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Isdianto, Gubernur Kepri dengan Semangat Persatuan dan Kebersamaan Lidi Kelapa

INTREN.ID – Isdianto resmi dilantik menjadi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) sisa periode 2016-2021, Senin (27/7/2020). Setelah sebelumnya menjabat pelaksana tugas (Plt) Gubernur, menggantikan posisi Nurdin Basirun yang terseret kasus gratifikasi.

Melihat ke belakang, pria kelahiran Tanjung Batu Kota 3 Mei 1961 ini telah melewati serangkaian dinamika hingga kemudian menjadi orang nomor satu di Kepri. Semua itu dimulai dari masa kecilnya bersama sang kakak, Muhammad Sani yang merupakan Gubernur Kepri dua periode dari 2010 hingga meninggal di 2016.

Sejak kecil, putra pasangan Subakir dan Tumirah itu terbiasa hidup sederhana. Malahan kerja keras sudah dilakoninya semasa kanak-kanak, dengan ikut membantu kedua orang tuanya selepas subuh untuk menoreh getah karet. Bersama sang kakak, Isdianto membantu orang tuanya memotong karet demi menghidupi keluarga.

Getah yang dipotong itu pun bukan milik keluarganya. Melainkan milik orang lain di mana kebunnya menjadi tempat sang ayah bekerja.

Pagi itu sudah demikian lelah sebenarnya, namun Isdianto tidak bisa beristirahat. Pasalnya dia mesti berangkat ke sekolah. Itu pun bukan mudah, karena Isdianto kecil mesti menempuh jarak ke sekolah dengan berjalan kaki.

Lulus sekolah dasar, Isdianto meneruskan pendidikan menegah ke SMP PGRI Kijang, Bintan. Di sana dia hanya menuntut ilmu hingga kelas 2 SMP, lantaran kemudian pindah ke Pekanbaru. Di ibu kota Riau itu, Isdianto melanjutkan pendidikan menengahnya di SMP 3 Pekanbaru, lantas ke SMPP 49 Pekanbaru.

Selepas SMA, Isdianto mengikuti jejak abangnya masuk ke Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN). Jejak-jejak keberuntungan Sani seakan diulangi oleh Isdianto.

Lulus menjadi pegawai negeri, seperti sang kakak, Isdianto langsung mengabdi di Kepri. Suami dari Rosmeri ini menjadi Staf di Kantor Pembangunan Desa Kabupaten Kepri pada 1983-1991. Sejak itulah pengabdiannya untuk Kepri terus dilakukan. Sederet jabatan di pemerintahan pernah dilakoni Isdianto. Mulai dari menjadi lurah, hingga camat.

Karier Isdianto sebagai birokrat terus meningkat. Jejak sang kakak yang menjadi kepala daerah diikutinya. Dimulai dari menjadi Wakil Gubernur Kepri di periode 2016 sampai 2021 mendampingi Nurdin Basirun.

Kasus hukum yang menjerat Nurdin, menjadikannya Plt Gubernur Kepri pada 11 Juli 2019 lalu. Hingga akhirnya jejak almarhum Muhammad Sani benar-benar diikutinya tatkala Presiden RI Joko Widodo melantiknya menjadi Gubernur Kepri di sisa masa jabatan hingga 2021 pada 27 Juli 2020, setahun setelahnya.

Dalam memimpin rakyatnya, Isdianto selalu mengutamakan persatuan dan kebersamaan. Menurut dia, kebersamaan adalah kunci dalam meraih keberhasilan pembangunan, menjadikan Kepri makin maju.

- ADVERTISEMENT -

Sebagaimana Sani yang dikenal dengan istilah-istilah sabut kelapa, Isdianto kerap mengemukakan istilah lidi kelapa dalam mengilustrasikan konsep persatuan. Kata dia, jika seribu batang lidi diikat dalam kesatuan, maka akan menjadi kuat dan mampu menyelesaikan berbagai persoalan.

“Makanya saya selalu ajak semua untuk bersatu dan bersatu. Semuanya untuk kemajuan negeri ini,” tutur kata Isdianto.

Sosok ayah tiga anak ini memang selalu menyenandungkan upaya-upaya memperkuat persatuan. Terlebih fakta bahwa Kepri layaknya miniatur Indonesia. Lantaran seluruh suku bangsa dan agama ada di Negeri Segantang Lada ini. Walaupun banyak keberagamaan, namun semuanya tetap menjunjung kebersamaan.

Ajakan kebersamaan ini yang membuat masyarakat terus bersatu dalam keberagaman di Kepri. Isdianto pun kerap menyampaikan pentingnya silaturahmi untuk terus diperkuat. Sehingga dapat saling akrab satu sama lain dalam masyarakat Kepri.

“Apalagi silaturahmi dari hati, bukan sekadar ucapan tanpa aksi nyata,” terangnya.

Senandung silaturahmi seperti yang didendangkan Muhammad Sani ikut dilantunkan Isdianto. Dalam senandung itu, Isdianto seakan menyambungkan lagi janji Muhammad Sani yang pernah tersampaikan.

Dia tahu banyak mimpi dan keinginan abang kandungnya itu untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat disampaikan. Seakan Isdianto bertekad meneruskan mimpi-mimpi sang kakak demi menjayakan Kepri, terlebih sebagai seorang gubernur kini, amanah itu makin besar.

“Saya tak akan berhasil kalau sendiri. Perlu dukungan dan kebersamaan semua pihak di Kepri,” sebut Isdianto.

Siapa menyangka bila bocah kecil yang memotong karet itu kini menjadi orang paling penting di daerahnya. Tak mengherankan memang bila kisah masa kecil itu kerap diulang Isdianto dalam lawatannya ke sekolah-sekolah di Kepri. Seraya berpesan kepada anak-anak Kepri bahwa kesungguhan akan membawa pada keberhasilan.

“Anak-anak merupakan harapan kita semua dalam menyongsong hari esok yang harus lebih baik daripada hari ini. Mereka harus sukses dan lebih senang daripada kita, sebagai orang tuanya,” bebernya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.