Inspeksi mendadak, Tim ATB Sita Sambungan Ilegal di Area Pasar Jodoh

INTREN.ID, BATAM – Petugas gabungan PT Adhya Tirta Batam (ATB) memutus sambungan air ilegal di samping Pasar Induk Jodoh, Jumat (5/6/2020). Tim ATB melakukan penyisiran dan menggulung pipa sambungan yang sengaja dipasang secara ilegal pada salah satu pipa distribusi milik perusahaan.

“ATB konsisten menindak tegas praktik sambungan ilegal seperti ini. Karena sangat memengaruhi suplai ke pelanggan resmi ,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Dari hasil inspeksi, petugas menemukan adanya pipa berukuran 3/4 inci yang disambung ke jalur pipa distribusi ukuran 2 inci milik ATB. Lokasi penyambungan ilegal tersebut berada di Jalan Duyung, dekat dengan salah satu pusat perbelanjaan di bilangan Jodoh.

Pipa ilegal tersebut menyalurkan air ke penampungan yang berada di tengah permukiman warga. Air dari penampungan tersebut kemudian disalurkan ke rumah-rumah warga untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

Dugaan sementara, praktik sambungan ilegal tersebut belum berlangsung lama. Pipa yang disembunyikan di bawah tanah masih terlihat jelas dari jalan dan ditimbun tidak terlalu dalam. Penampungan air (tandon) juga masih terlihat baru.

Tim mengamankan sepanjang 200 meter pipa berukuran 3/4 inci yang digunakan sebagai sambungan. Petugas juga menutup bekas area sambungan secara permanen.

- ADVERTISEMENT -

“Semua sambungan langsung kami putus dan angkat. Diamankan untuk ditindaklanjuti. Kami berharap kegiatan ilegal ini jangan sampai terulang kembali,” ujar Superintendent Non Revenue Water (NRW) ATB, Tatot Parijanto.

Selain sambungan ilegal ke permukiman warga, tim juga mengamankan dua unit mesin pompa air yang diduga digunakan untuk menyedot air bersih ATB untuk keperluan toilet umum disekitar pasar Induk Jodoh. Tim segera mengambil tindakan tegas karena praktik tersebut membuat tekanan air yang seharusnya mengalir normal menjadi mengecil.

“Tindakan ini merugikan pelanggan resmi ATB, terutama yang ada di wilayah tersebut. Tekanan air bisa melemah bahkan tak mengalir. Selain tak berekening, potensi pengambilan air dalam jumlah besar sangat memungkinkan,” ujarnya.

Ungkap Maria, praktik ini sangat disayangkan. Di satu sisi ATB berupaya mengelola air dengan efisien agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Batam. Namun di sisi lain pihak-pihak yang melakukan praktik sambungan ilegal ini mengganggu kuantitas dan kontinyuitas suplai kepada pelanggan.

“Pengawasan sambungan ilegal ini akan terus dilakukan dan meminimalisasi potensi kehilangan air. Tetap selalu gunakan air seperlunya,” tutup Maria. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.