Indonesia Kekurangan Tenaga Pendidik, Pemerintah Buka Lowongan Sejuta Guru Tahun Depan

INTREN.ID, JAKARTA – Wakil Presiden, KH Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa saat Indonesia kekurangan guru sekolah negeri. Untuk mengatasinya, pemerintah berencana merekrut satu juta tenaga pendidik tahun depan.

Ada dua mekanisme perekrutan yang rencananya dilakukan pemerintah. Yakni merekrut guru kontrak atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK). Hal itu merujuk pada Undang-undang (UU) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang membolehkan merekrut guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan pegawai kontrak atau PPPK.

“Soal kesejahteraan antara ASN dengan pegawai kontrak hampir sama. Yang membedakan, PNS ada skema uang pensiun yang diterima setiap bulan. Sedangkan untuk pegawai kontrak tidak ada. Kami berharap skema pengangkatan guru PPPK ini dapat menyelesaikan persoalan guru honorer yang selama ini muncul. Pemerintah sudah menyiapkan anggaran bagi mereka yang lulus seleksi,” kata Ma’ruf.

Dia berharap, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dapat memfasilitasi pemerintah daerah (pemda) untuk segera menetapkan formasi kebutuhan guru yang bakal diisi tenaga kontrak. Kemudian pemda yang sudah menetapkan formasi kebutuhan guru kontrak, supaya segera mengajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

“Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) juga harus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terkait penganggaran,” katanya.

Dijelaskannya, sejak empat tahun terakhir, jumlah guru turun sekitar enam persen tiap tahunnya. Karena pensiun dan pergantiannya tidak dapat mengejar kebutuhan jumlah guru. Kebutuhan guru terus naik karena ada peningkatan jumlah peserta didik.

“Selama ini kekurangan guru ditutup dengan guru honorer. Pemerintah menilai pemanfaatan guru honorer tanpa status yang jelas sangat merugikan bagi yang bersangkutan. Di antaranya tingkat kesejahteraan guru honorer berbeda jauh dari guru PNS. Padahal tidak sedikit honorer yang berprestasi dan telah mengabdi cukup lama sebagai guru,” jelasnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.