Indonesia Kalah Bersaing Menjadi Negara Tujuan Investasi, Ternyata Ini Alasannya

INTREN.ID, JAKARTA – Indonesia kalah bersaing dengan negara-negara lain dalam hal menjadi negara tujuan investasi. Termasuk Indonesia kalah dari Vietnam yang sekarang tengah naik daun sebagai tujuan investasi.

Hal ini menjadi perhatian Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Kata dia, aturan di Indonesia sengaja dibuat agar kalah bersaing dengan negara-negara lain.

“Setelah saya melihat bahwa memang aturan kita ini dibuat sengaja untuk kalah,” ungkap Bahlil, Senin (13/7/2020).

Dibeberkan, contoh aturan tersebut yaitu perizinan usaha di Online Single Submission (OSS). Memang dalam tiga jam pendaftar sudah bisa langsung mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB). Akan tetapi NIB itu tidak bisa langsung digunakan untuk langsung memulai usaha.

- ADVERTISEMENT -

“Dia (pengusaha) harus urus izin-izin lagi. Dapat notifikasi dari kementerian/lembaga. Dari situ kemudian tawaf (keliling) sampai dua, tiga tahun belum selesai,” ungkap Bahlil.

Dia mengurai bila proses tersebut sangat merugikan. Pasalnya Bahlil juga pernah menjadi pengusaha dan merasakan kesulitan tersebut. Untuk itu dia melaporkan ke Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bahwa Indonesia tidak akan bisa jadi tujuan investasi jika proses tersebut terus berlangsung.

Laporannya tersebut lantas dijawab Jokowi dengan mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha. Lewat Inpres tersebut, kewenangan perizinan berusaha dan pemberian fasilitas investasi didelegasikan langsung kepada Kepala BKPM.

Inpres tersebut juga memerintahkan sebanyak 22 kementerian/lembaga yang punya kewenangan perizinan untuk menempatkan perwakilannya di BKPM. Saat ini pengurusan insentif fiskal pun sudah bisa dilakukan langsung oleh BKPM. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.