Hilangkan Stigma Negatif pada Pasien Corona, Pemkot Bontang Rekrut Tiga Relawan Per RT

Bertugas Beri Edukasi kepada Masyarakat

INTREN.ID, BONTANG – Berbagai upaya dilakukan Pemkot Bontang dalam menghilangkan stigma negatif di masyarakat pada pasien pengidap virus corona baru (Covid-19). Seperti melakukan imbauan-imbauan baik dalam setiap rilis pers maupun informasi melalui berita-berita di berbagai media.

Rupanya hal itu masih belum membuat masyarakat sadar sepenuhnya yang tampak masih adanya stigma negatif beredar di masyarakat. Untuk lebih memaksimalkan lagi upaya tersebut, Pemkot telah membentuk relawan muda siaga Covid-19 di masing-masing RT.

Setiap RT, direkrut sebanyak tiga orang relawan muda yang nantinya bertugas memberikan edukasi kepada warga di sekitarnya tentang segala informasi yang berkaitan dengan Covid-19. Termasuk halnya tidak memberikan stigma negatif terhadap pasien Covid-19.

“Tim relawan ini terlebih dahulu akan diberikan pelatihan oleh tim gugus Covid-19. Mungkin pekan depan sudah ada pelatihannya,” tutur Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni saat memimpin video conference dengan tenaga kesehatan, Rabu (6/5/2020).

Sebagai informasi, belum lama ini Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang membuka seleksi Tim Relawan Muda Siaga Covid-19 dari unsur masyarakat sipil yang akan memonitoring kesiagaan Covid-19 tiap RT. Hal ini didasari adanya peningkatan penyebaran Covid-19 yang hampir merata di daerah seluruh kabupaten/kota, termasuk Bontang,

“Pembentukan tim ini diharapkan dapat menjadi gerakan yang efektif dalam mencegah atau memutus penyebaran Covid-19 di Bontang,” ujar Kadiskes Bontang, dr Bahauddin.

Dalam surat yang dikeluarkan Diskes nomor 440/029/DinkesGugusCovid, beberapa kriteria relawan yang dicari di antaranya merupakan warga RT tempat asal anggota tim yang disetujui RT setempat. Selain itu relawan tersebut juga memperoleh surat pernyataan dari kelurahan.

Untuk kriteria usia minimal 19 tahun dan maksimal 45 tahun. Berbadan sehat dan tidak memiliki riwayat penyakit kronis serta tidak merokok, bersedia menjadi relawan dan menandatangani pernyataan, mengikuti bimbingan teknis relawan secara penuh.

Bersedia mematuhi protokol pencegahan Covid-19, bersedia melaksanakan kegiatan siaga Covid-19 berbasis masyarakat, melakukan surveilans terhadap masyarakat status karantina mandiri dan ODP isolasi mandiri, menjadi penghubung informasi kesehatan resmi menangkal hoaks dan stigma negatif. Serta melakukan edukasi dan kampanye PHBS terutama CTPS dan Social Distancing. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.