Hasil Survei LP3ES Terbaru: Partai Demokrat Runner Up, Elektabilitas dan Popularitas AHY Meroket

BMI: Survei Itu Menunjukkan Kami Telah Bekerja

INTREN.ID, JAKARTA – Kendati pesta demokrasi baru akan digelar tahun 2024 mendatang, namun tensi politik sudah mulai memanas. Seluruh partai politik (parpol) bersaing untuk merebut hati rakyat. Tidak hanya untuk memenangi pemilihan umum (pemilu), namun juga bagaimana bisa menjadi penguasa negeri ini pasca habisnya periode Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia.

Baru-baru ini, Lembaga Penelitian Pendidikan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) merilis hasil survei terbaru. Survei yang dirilis, Rabu (5/5/2021) malam itu berjudul “Pendapat Masyarakat terhadap Pelembagaan Partai Politik dan Isu-Isu Aktual Menuju 2024”.

Hasilnya, Partai Demokrat menjadi bintang. Partai berlambang segitiga mercy itu memiliki elektabilitas tinggi setelah PDI Perjuangan. Bahkan, mengungguli parpol lain seperti Gerindra dan Golkar.

“Jika pemilu dilaksanakan saat ini, partai parpol banyak dipilih responden adalah PDI Perjuangan (24 persen), Partai Demokrat (11,3 persen), Gerindra (9 persen), Golkar (7,4 persen), dan PKS (5,6 persen),” beber Peneliti LP3ES, Erwan Halil melalui keterangan tertulisnya.

Berikut Rinciannya

  1. PDI Perjuangan: 24 persen
  2. Partai Demokrat: 11,3 persen
  3. Partai Gerindra: 9 persen
  4. Partai Golkar: 7,4 persen
  5. PKS: 5,6 persen
  6. Partai Nasdem: 2,8 persen
  7. PKB: 2,4 persen
  8. PAN: 2,2 persen
  9. PPP: 1 persen
  10. Partai Berkarya: 0,3 persen
  11. PSI: 0,3 persen
  12. PKPI: 0,2 persen
  13. PBB: 0,2 persen
  14. Partai Perindo: 0,2 persen
  15. Partai Hanura: 0,2 persen
  • Lainnya: 2,7 persen
  • Tidak Tahu/Jawab: 30,4 persen

Naiknya elektabilitas Partai Demokrat, seiring dengan meningkatnya popularitas Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku ketua umum. Kemampuan AHY dalam menangani konflik partai jadi salah satu musababnya. Pemberitaan-pemberitaan itu pun mengerek popularitasnya.

“Loyalitas terhadap partai menjadi alasan utama memilih, disusul pilihan yang didasarkan pada visi-misi atau program partai, pertimbangan partai memihak rakyat kecil, faktor caleg yang diusung, pengaruh tokoh agama, dan faktor figur ketua umum partai politik,” katanya.

Dalam survei LP3ES, AHY masuk dalam lima besar ketua umum parpol paling populer. Ada nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan 27,6 persen, disusul Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri (23,3 persen), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (21,5 persen), Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (6,8 persen), dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto (6,1 persen).

Selain popularitas, elektabilitas AHY juga meroket. Elektabilitas tertinggi adalah Prabowo dengan 16,4 persen, disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (12,8 persen), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (9,6 persen), AHY dengan 8,8 persen, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (7,5 persen), serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, dengan 6,2 persen.

Survei ini menggunakan sampel sebanyak 1.200 responden, terbagi secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih (penduduk usia dewasa) yang tercatat pada Pemilu 2019. Sampel ditentukan dengan acak bertingkat (multistage random sampling). Margin of error: +/- 2,8 persen pada tingkat kepercayaan (level of confidence) 95 persen. Pengumpulan data dilakukan pada 8-15 April 2021, melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner terstruktur.

Apresiasi Sayap Partai Demokrat

Menanggapi hasil survei itu, Ketua Umum Bintang Muda Indonesia (BMI), Farkhan Evendi mengatakan, itu adalah prestasi yang harus disyukuri. Pasalnya, survei menggunakan metodologi yang ilmiah dalam membaca denyut hati pemilih saat ini.

“Kami senang jika masyarakat memberi apresiasi kepada kami. Survei itu menunjukkan kami telah bekerja,” tegas Farkhan.

BMI menilai survei tersebut merupakan aura kemenangan Demokrat. “Kita mengakui lawan terberat adalah PDI Perjuangan yang punya pemilih loyal. Tapi kita perhatian pada pemilih milenial yang cair dan punya potensi jadi penentu kemenangan di 2024 dan mereka pemilih yang suka figur good locking seperti AHY yang muda dan tangkas,” ujar Farkhan.

Selain itu BMI optimististis menjadikan Demokrat sebagai ikon kemenangan suara kaum milenial dalam melakukan perubahan di negeri ini. Dia menambahkan, kata perubahan adalah kalimat yang digaungkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pertama kali, dalam kosakata politik tanah air 2004 silam.

“Kali ini Pak SBY dan AHY menginginkan kalimat perubahan menjadi gelombang kebangkitan kembali. Rakyat melihat di masa Pak SBY, pertahanan kita bagus, ekonomi kita maju, krisis kesehatan seperti flu burung dan lainnya tertangani,” ujar Farkhan. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.