Hasil Rapid Test, 35 Petugas Medis di Bontang Reaktif Corona

Sebagai Deteksi Antibodi, Tidak untuk Tegakkan Diagnosis

INTREN.ID, BONTANG – Jumlah petugas medis di Bontang yang reaktif positif virus corona baru (Covid-19) dari hasil rapid test bertambah lima orang. Sehingga per Senin (27/4/2020), ada 35 tenaga medis yang reaktif Covid-19 dari 112 orang yang dites.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan, sepanjang penanganan di Kota Taman, petugas pelayanan fasilitas kesehatan selalu berinteraksi dengan pasien Covid-19. Baik secara langsung manpun tidak langsung dengan orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG), maupun yang terkonfirmasi positif.

“Untuk itu, dalam rangka deteksi dini dan kewaspadaan terhadap penyebaran virus Covid-19 ini, dilakukanlah tes terhadap petugas di pelayanan kesehatan,” kata Neni.

Neni menerangkan, dari 35 petugas kesehatan yang reaktif Covid-19 dari hasil rapid test, 32 orang di antaranya dikarantina di Hotel Grand Mutiara. Adapun saat dilakukan rapid test terhadap 55 orang petugas di RSIB Yabis, hasilnya semua negatif.

Menurut Neni, rapid test ini dilakukan tidak untuk menegakkan diagnosis. Melainkan bertujuan mendeteksi antibodi dalam tubuh. Sementara antibodi dalam tubuh baru terbentuk 6-7 hari. Jadi jika infeksi Covid-19 pada tubuh seseorang belum 6-7 hari, maka hasilnya akan negatif dan perlu diulang.

“Jika hasilnya negatif dan tanpa keluhan, orang tersebut tetap menjalankan protokol kesehatan. Jika hasilnya negatif namun mengalami gejala, maka disarankan untuk akses pelayanan kesehatan dan mendapatkan perlakuan sesuai kondisi,” tuturnya.

Namun jika hasil tes Covid-19 nya positif, maka ini petunjuk awal dan tuntunan bagi para petugas untuk melakukan pemeriksaan metode swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR). Dan menjadi dasar penegakan diagnosis atau konfirmasi kasus Covid-19.

“Diagnosis hanya bisa ditegakkan dengan menggunakan metode PCR. Bontang mengirimkan spesimen ke Balai Besar Laboratorium Surabaya. Sehingga jika terbit hasil rapid test positif, itu tidak mengubah serta merta status seseorang dari OTG menjadi konfirmasi positif,” tandasnya. (***)

Reporter: Bambang Al-Fatih

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.