Hadapi Demonstrasi di Amerika Serikat, Donald Trump Ancam Pakai Militer

INTREN.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menebar teror. Kali ini bukan ditujukan kepada lawan politik atau negara yang berseberangan dengannya. Melainkan meneror rakyatnya sendiri.

Presiden ke-45 Amerika itu mengancam akan menggunakan kekuatan militer untuk meredam demonstrasi pasca tewasnya George Floyd, salah seorang warga kulit hitam di Negeri Paman Sam itu.

“Kita mempunyai negara yang hebat. Terhebat di seluruh dunia. Saya akan menurunkan kekuatan militer untuk meredam demonstrasi ini,” tegas Trump sembari mengangkat Injil di depan Gereja St John yang rusak akibat demonstrasi.

Guna merealisasikan ancamannya, Trump telah menyiapkan jurus jitu. Yakni memberlakukan Insurrection Act alias Undang-Undang (UU) Pemberontakan yang dibuat pada 1807.

Tak hanya itu, Trump juga mendesak agar para gubernur negara bagian bersikap lebih tegas. “Kalian ini terlalu lemah. Ini sama seperti perang dan kalian harusnya mendominasi,” ungkap Trump kepada para gubernur dalam video conference.

- ADVERTISEMENT -

Untuk diketahui, melalui UU Pemberontakan ini presiden punya kewenangan mengerahkan pasukan militer. Tanpa UU Pemberontakan, pasukan militer aktif dilarang beroperasi di Amerika. Yang diperbolehkan hanyalah National Guard alias kelompok militer cadangan.

Bukannya mendapat simpatis, aksi Trump justru menuai cibiran. Uskup Gereja Episkopal Washington, Mariann Budde salah satunya. Dia justru menuding Trump memanfaatkan simbol agama sembari mengeluarkan ancaman.

“Dia memanfaatkan simbol yang sangat sakral untuk kepentingannya sendiri,” cetus Budde.

Wajar saja Budde geram. Soalnya Trump menggunakan aparat untuk memukul mundur massa yang sedang beraksi di depan Gedung Putih hanya untuk foto. Bahkan, massa dihadiahi tembakan gas air mata dan diancam penjara jika jalanan tidak dikosongkan. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.