Habib Bahar Dipenjara Lagi Setelah Bebas, Ini Gara-garanya…

INTREN.ID, JAKARTA – Kebebasan yang didapatkan Habib Bahar bin Smith setelah mendapat asimilasi pandemi virus corona baru (Covid-19) tak berlangsung lama. Lantaran asimilasi tersebut segera dicabut Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum HAM).

Alhasil, Bahar kembali mendekam di penjara guna melanjutkan masa hukuma tiga tahun akibat kasus penganiayaan yang dituduhkan kepadanya. Pencabutan asimilasi ini karena Habib Bahar melakukan sejumlah pelanggaran berdasarkan penilaian Petugas Kemasyarakatan (PK) Bapas Bogor.

Dirjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM Reynhard Silitonga menjelaskan, Bahar tidak mengindahkan dan mengikuti bimbingan PK Bapas Bogor dalam asimilasi di rumah. PK Bapas menilai Bahar melakukan pelanggaran saat menjalani asimilasi.

Pada 16 Mei 2020, Bahar melakukan ceramah di pondok pesantrennya. Ceramahnya bernada provokatif dan menyebarkan rasa permusuhan dan kebencian kepada pemerintah.

- ADVERTISEMENT -

“Ceramahnya telah beredar berupa video yang menjadi viral, yang dapat menimbulkan keresahan di masyarakat,” sebut Reynhard.

Pun demikian, dalam ceramah tersebut Bahar mengumpulkan banyak orang. Padahal hal tersebut melanggar aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Alhasil Bahar dinyatakan telah melanggar syarat khusus asimilasi. Sebagaimana diatur dalam Pasal 136 ayat 2 huruf e Permenkumham Nomor 3 Tahun 2018. Asimilasi dicabut, untuk selanjutnya Bahar kembali dipenjara di Lembaga pemasyarakatan untuk menjalani sisa pidananya dan sanksi lainnya hingga November 2021. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.