Gubenur Kepri Temui Driver Angkutan Online, Terima Banyak Keluhan dari Ojol

INTREN.ID, BATAM – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Isdianto menggelar temu ramah bersama driver angkutan online. Serta melakukan sosialisasi protokol Covid-19 kepada pekerja angkutan online Gojek, Grab dan Maxim se-Kota Batam di Golden Prawn, Bengkong, Pada Rabu (23/9/2020).

Dalam pertemuan yang digelar, sejumlah perwakilan pengemudi ojek online (Ojol) langsung menyampaikan keluh kesah yang dialami di masa pandemi. Hingga belum adanya regulasi yang mengatur angkutan online di Provinsi Kepri, terkhusus Batam.

“Hingga saat ini belum ada regulasi khusus yang mengatur tentang Ojol, baik dalam tarif atau wilayahnya. Pemerintah harusnya berperan aktif untuk menjembatani permasalahan ojol ini. Karena ini kewenangan ada di provinsi. kami harapkan ada solusi terbaik,” ucap Anton, perwakilan dari pengemudi ojol.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kepri Isdianto mengatakan permasalahan ini akan disampaikan di daerah. Karena ada beberapa kewenangan yang diserahkan ke daerah setempat dan ada juga yang diberikan kepada provinsi.

“Agar ini satu pintu maka kami akan segera siapkan regulasinya. Jika tidak dalam perda, bisa berbentuk pergub,” ungkap Isdianto.

Bahkan, untuk bisa membicarakan hal tersebut secara mendalam dan mencari solusinya, Isdianto juga mengundang sejumlah perwakilan dari pengemudi ojol untuk datang ke kediamannya.

“Waktu kami di sini terbatas, malam Senin (28 September) saya undang perwakilan driver online ke rumah saya di Sukajadi. Apapun itu hasilnya nanti akan menjadi keputusan bersama kita,” ungkapnya.

Lebih lanjut, dengan situasi Batam yang telah berzona merah di sebagian besar wilayah, Isdianto juga berpesan kepada pengemudi ojol untuk selalu menjalankan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas.

- ADVERTISEMENT -

“Kasus di Batam saat ini telah mencapai 1.357. Agar tidak timbul klaster baru, protokol kesehatan harus kita jalankan secara baik. Jadi peran masyarakat dalam penghentian penyebaran virus covid-19 sangat dibutuhkan,” sebutnya.

“Ini bukan lagi tugas gubernur, wali kota, atau tim medis, tetapi tugas bersama. Maka kami dari pemerintah minta masyarakat untuk mendisiplinkan diri,” imbaunya.

Di lokasi yang sama, Anggota DPRD Komisi I Provinsi Kepri Uba Ingan Sigalingging mengatakan, pada permasalahan kali ini peran pemerintah untuk memberikan solusi bagi ojol sangat dibutuhkan. Apalagi menurut dia dengan kehadiran ojek online sangat membantu pemerintah provinsi dalam hal menciptakan lapangan pekerjaan.

“Pemerintah tidak boleh tutup mata apa yang diinginkan driver taksi dan ojek online itu harus didengarkan aspirasinya. Sebab mereka itu tidak meminta anggaran, tetapi yang dimintanya adalah kebijakan,” ungkapnya.

Menurut Ubaa, Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri harus bertindak serius dan cepat untuk melakukan langkah-langkah aturan keberadaan taksi dan ojek online di Kota Batam. Agar bisa jadi bagian dari angkutan umum secara resmi.

“Hal itu menyangkut kewenangan pemerintah Provinsi Kepri. Seyogyanya Dishub Kepri lebih proaktif,” ungkapnya. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.