Gojek dan Halodoc Luncurkan Layanan Telemedicine Virus Corona

Berkolaborasi Kementerian Kesehatan RI, Didukung 20 Ribu Dokter Berlisensi

25

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

INTREN.ID, JAKARTA – Berkolaborasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, perusahaan teknologi karya anak bangsa Gojek dan Halodoc meluncurkan inovasi layanan telemedicine Check COVID-19. Layanan ini diluncurkan untuk membantu penanganan virus corona baru (COVID-19) di Indonesia.

Layanan konsultasi online atau telemedik tersebut didukung lebih dari 20 ribu dokter berlisensi dan berpengalaman di dalam ekosistem Halodoc. Kolaborasi ini ditandai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) hari Senin 23 Maret di Jakarta.

Layanan telemedicine Check Covid-19 dari Halodoc tersedia dalam bentuk shuffle card di aplikasi Gojek. Jutaan pengguna aplikasi Gojek bisa memilih shuffle card Check Covid-19 tersebut di tampilan aplikasi Gojek, dan pengguna akan langsung diarahkan ke layanan Check Covid-19 di aplikasi Halodoc.

Pengguna kemudian bisa memanfaatkan Check Covid-19 di aplikasi Halodoc, untuk berkonsultasi mengenai gejala kesehatan yang sedang dialami dan melakukan “self-assessment” atau pemeriksaaan sendiri terkait Covid-19.

Apabila ada dugaan menderita Covid-19, dokter dari Halodoc akan berupaya melakukan penanganan dengan meminta pengguna tetap di rumah, menerapkan isolasi di rumah. Obat yang diresepkan akan diantar oleh Gojek ke rumah pengguna.

Hal ini dilakukan supaya penyebaran penyakit bisa diminimalisasi. Bila membutuhkan penanganan dan tindakan lebih lanjut, akan dirujuk ke rumah sakit rujukan. Mitra dokter Halodoc telah mendapatkan pelatihan dan memiliki pengetahuan yang memadai sesuai anjuran Pemerintah dan WHO mengenai Covid-19, supaya bisa memberikan konsultasi yang tepat.

“Pandemi Covid-19 merupakan kejadian luar biasa yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah dan swasta,” kata Sekretaris Jenderal Kemenkes RI drg Oscar Primadi.

Karena itu pihaknya percaya kolaborasi ini akan memperkuat sistem penanganan Covid-19 yang telah disusun pemerintah secara komprehensif. Solusi telemedicine yang ditawarkan sangat membantu sistem kesehatan Indonesia dalam menyaring pasien dengan risiko Covid-19.

“Tidak hanya itu, Gojek dan Halodoc memiliki akses untuk menyebarkan informasi dan edukasi pencegahan Covid-19 kepada puluhan juta masyarakat Indonesia, ” tambahnya.

Inovasi telemedicine ini didesain untuk memperkuat upaya Pemerintah menangani pandemi Covid-19. Berdasar data World Health Organization, sekitar 80% pasien Covid-19 di dunia hanya mengalami gejala ringan, dan bisa sembuh dengan perawatan di rumah tanpa perlu dirawat di rumah sakit.

- Advertisement -

Melalui layanan telemedicine Halodoc dan Gojek, pasien bisa tetap di rumah dan mendapatkan obat lewat Halodoc yang diantarkan langsung oleh Gojek. Layanan telemedicine membantu pemerintah untuk fokus dalam menangani pasien Covid-19 yang berada di kategori risiko tinggi atau berada dalam kondisi menengah-parah.

Driver Gojek antre dalam pembagian masker, penyanitasi tangan, dan vitamin dari manajemen Gojek. (Gojek)

Co-CEO Gojek Group Andre Soelistyo mengatakan, sebagai anak bangsa, pihaknya punya kewajiban membantu pemerintah dan masyarakat Indonesia mencegah penyebaran Covid-19. Dalam hal ini, Gojek sangat mengapresiasi langkah sigap pemerintah terutama Kemenkes RI dalam mendorong berbagai inovasi mencegah dan menangani pandemi ini.

“Untuk itu kami turut mengerahkan seluruh elemen dari ekosistem kami untuk memperkuat penanganan Covid-19 di Indonesia. Tidak lepas dari ini, tentu para mitra driver dan mitra merchant kami yang membantu masyarakat Indonesia melewati masa sulit ini,” ungkapnya.

“Merekalah yang membantu masyarakat untuk mendapatkan barang, makanan dan obat-obatan yang diperlukan. Kami berharap Gojek dapat menjadi tulang punggung Indonesia untuk kita bersama melewati Covid-19,” tambah Andre.

Sementara itu CEO Halodoc Jonathan Sudarta mengatakan, situasi seperti ini memerlukan terobosan yang dapat memudahkan masyarakat untuk memastikan kesehatannya. Ketika penyakit ini mulai menyebar
sejak awal tahun lalu, Halodoc sebagai platform teknologi kesehatan terdepan, terus mengoptimalkan ekosistem teknologi yang dimiliki untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat mengantisipasi risiko Covid-19 dari hulu ke hilir.

“Sistem pemeriksaan awal kami akan membantu menyaring masyarakat dengan risiko Covid-19 rendah, medium hingga tinggi. Kami juga telah menyiagakan lebih banyak dokter sehingga masyarakat bisa berkonsultasi secara gratis saat ini kepada dokter di kategori Covid-19 kapanpun dan dimanapun. Supaya, sistem layanan kesehatan Pemerintah bisa difokuskan kepada penanganan pasien Covid-19,” bebernya.

Tak hanya sampai di situ, Gojek dan Halodoc juga akan menciptakan produk baru mendesentralisasi pemeriksaan laboratorium yang direkomendasikan oleh pemerintah. Agar rumah sakit dapat berfokus pada pasien yang membutuhkan perawatan.

Guna mendukung inisiatif ini, Gojek akan melakukan penggalangan dana swasta. Lebih jauh lagi, saat ini Halodoc membebasbiayakan layanan konsultasi dokter umum khusus Covid-19 di aplikasinya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More