Gawat, Populasi Beruang Kutub Terus Menurun

INTREN.ID, YUKON – Meskipun berada di kawasan tak terjamah, namun populasi beruang kutub terus-menerus mengalami penurunan. Lalu, apa penyebabnya?

Pencemaran lingkungan memengaruhi populasi beruang kutub. Sebagai salah satu predator, beruang kutub terpapar polusi tingkat tinggi melalui makanan.

Rantai makanan yang ada di Arktik telah terpapar oleh beberapa bahan kimia beracun tingkat tinggi.

Perubahan iklim juga dapat mempengaruhi populasi dari beruang kutub. Ini disebabkan oleh beruang kutub mengandalkan es di laut untuk menangkap anjing laut yang merupakan sumber utama makanan mereka.

Selain itu, es juga merupakan habitat serta tempat mereka berkembang biak. Berkurangnya es setiap tahunnya membuat beruang kutub serta hewan lain yang bergantung terhadap es akan berisiko.

- ADVERTISEMENT -

Perubahan iklim merupakan ancaman utama yang dihadapi oleh beruang kutub. Tetapi tidak hanya berpengaruh terhadap beruang kutub, efek dari perubahan iklim ini juga mempengaruhi dan terlihat di seluruh belahan dunia.

Es di laut sekarang mencair lebih awal di musim semi dan terbentuk lagi pada musim gugur. Ini berarti beruang kutub membutuhkan waktu lebih lama untuk makan. Beruang kutub yang harus bertahan lama tanpa makanan menyebabkan kesehatan mereka menurun.

Beruang yang tidak sehat dapat berpengaruh juga pada tingkat reproduksi mereka yang lebih rendah, serta kematian anak-anak beruang yang meningkat dan pada akhirnya akan menyebabkan kepunahan.

Penyebab utama dari kematian anak beruang adalah kurangnya makanan atau kekurangan lemak pada induk beruang yang tengah menyusui.

Bisnis minyak dan gas kini kian mendekati Kutub Utara karena cadangan di selatan mulai mengering. Populasi beruang kutub diperkirakan akan mendapatkan tekanan apabila perkembangan industri minyak di Kutub Utara jadi dilaksanakan.

Operasi lepas pantai menimbulkan risiko terbesar karena emisi, tumpahan, atau kebocoran minyak akan dibuang langsung ke laut. (red)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.