Gara-Gara Virus Corona, ASN Dilarang Mudik Tahun Ini

Bila Ketahuan Bisa Dikenakan Sanksi

INTREN.ID, JAKARTA – Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang keras mudik ke kampung halaman selama Idulfitri 1441 Hijriah/2020 Masehi. Imbauan ini datang dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

Menpan-RB Tjahjo Kumolo melalui Surat Edaran Nomor 36 Tahun 2020 mengatakan, pelarangan ini untuk mencegah dan meminimalisasi penyebaran. Serta mengurangi risiko Covid-19 yang disebabkan oleh mobilitas penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya di Indonesia.

“Agar Aparatur Sipil Negara dan keluarganya tidak melakukan kegiatan bepergian ke luar daerah dan atau kegiatan mudik lainnya selama masa berlakunya status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat Virus Corona,” kata Tjahjo Kumolo.

Apabila ada ASN yang diketahui melanggar imbauan, dapat diberikan teguran oleh atasannya. Bahkan Tjahjo menyebut bila ada ASN yang ketahuan mudik, bisa mendapat sanksi teguran lisan dan tertulis.

Sekretaris Kemenpan RB Dwi Wahyu Atmaji dalam konferensi pers, Senin (30/3/2020) menguraikan, melalui surat edaran ini mengharapkan seluruh ASN berpartisipasi membantu semaksimal mungkin. Agar penyebaran Covid-19 ini tidak semakin meluas, bisa ditekan semaksimal mungkin.

Bukan itu saja, para ASN juga diminta untuk memberi pemahaman kepada masyarakat di lingkungannya agar juga tidak ikut mudik.

“Jadi saya kira rekan-rekan ASN di seluruh Tanah Air bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak ikut mudik. Selain itu, saya kira para ASN dapat memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat mengenai physical distancing,” sebutnya.

Dalam Surat Edaran Nomor 36/2020 itu, ASN juga diminta lebih peduli terhadap masyarakat lain yang terdampak Covid-19 di lingkungan tempat tinggalnya. Khususnya kepada tetangga di kiri-kanan yang kurang beruntung supaya gerakan kepedulian sosial bisa diadakan di lingkungannya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.