Gandeng Tiga Perusahaan Tiongkok, Vaksin Covid-19 Mulai Didatangkan Bulan Depan

INTREN.ID, JAKARTA – Pandemi Covid-19 di Indonesia belum juga berakhir. Hal itu menyebabkan semua sektor luluh lantak. Khususnya perekonomian yang morat-marit.

Pemerintah pun tidak tinggal diam. Kerja sama dilakukan dengan tiga perusahaan Tiongkok dalam rangka pengadaan vaksin virus beralias corona itu. Ketiganya adalah G42/Sinopharm, Sinovac, dan Cansino.

Tak hanya sekadar mendatangkan vaksin, pemerintah melalui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir juga membahas transfer teknologi dan penjajakan pembuatan antibodi di Indonesia.

Sekadar diketahui, vaksin dari tiga perusahaan asal Negeri Panda itu sudah masuk tahap akhir uji klinis ke-3. Saat ini, sedang dalam proses mendapatkan Emergency Use Authorization (EUA) di sejumlah negara. Tiongkok sendiri sudah memberikan EUA kepada tiga perusahaan.

Cansino telah melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Arab Saudi, Rusia, dan Pakistan. Sementara G42/Sinopharm melakukan uji klinis tahap ke-3 di Tiongkok, Uni Emirat Arab (UEA), Peru, Moroko, dan Argentina. Sedangkan Sinovac di Indonesia, Brasil, Turki, Bangladesh, dan Cili. Bahkan UEA sudah memberikan EUA untuk vaksin ini.

Tim inspeksi yang terdiri dari unsur BPOM, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Bio Farma segera berangkat ke Tiongkok pada 14 Oktober 2020 untuk melihat kualitas fasilitas produksi, sekaligus mengecek kehalalan Sinovac dan Cansino. Sedangkan data G42/Sinopharm diambil dari data uji klinis UEA karena juga diproduksi di sana.

Honesti mengatakan, MUI dilibatkan guna memastikan kehalalan vaksin Sinovac dan Cansino. “Untuk G42/Sinopharm, MUI-nya Abu Dhabi sudah menyatakan no issue,” jelasnya.

Jumlah vaksin yang disanggupi tiap perusahaan bervariasi, tergantung kapasitas produksi dan komitmen kepada pembeli lain. Untuk tahun ini, Cansino menyanggupi 100 ribu vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini. Di mana, 5 juta dosis di antaranya akan mulai datang pada bulan November 2020.

Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020, dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin.

Sementara untuk tahun 2021, Sinopharm akan mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan satu kali dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan dua kali vaksinasi untuk satu orang.

Jika dirinci, dosis yang dibutuhkan meliputi 6.995.474 dosis untuk garda terdepan yang meliputi tenaga medis dan paramedis contact tracing, pelayanan publik, TNI/Polri, dan aparat hukum. Di mana jumlahnya adalah 3.497.737 orang.

Kemudian 11.248.020 dosis untuk 5.624.010 orang yang terdiri dari tokoh agama atau masyarakat, perangkat daerah, dan sebagian pelaku ekonomi. Lalu 8.722.394 dosis untuk 4.361.197 orang yang terdiri dari tenaga pendidik PAUD/TK, SD, SMP, SMA/sederajat, serta perguruan tinggi.

Bagi aparatur pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan legislatif disiapkan 4.611.378 dosis untuk 2.305.689 orang. Kemudian peserta BPJS Kesehatan yang berjumlah 86.622.867 orang akan disiapkan 173.245.734 dosis vaksin. Terakhir masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya yang berjumlah 57.548.500 orang dengan ketersediaan vaksin mencapai 115.097.000 dosis.

“Total yang vaksin yang dibutuhkan adalah 320 juta dosis untuk 160 juta orang,” tutupnya. (***)

Reporter: Lukman Maulana

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.