Fokus ke Penegakan Hukum, PSBB Jakarta Diperpanjang Satu Bulan

Setiap Individu dan Perusahaan yang Melanggar Bakal Ditindak Tegas

INTREN.ID, JAKARTA – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona baru (Covid-19) di DKI Jakarta yang telah diberlakukan sejak 10 April diperpanjang. Keputusan ini dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Rabu (22/4/2020).

“Kami memutuskan untuk memperpanjang pelaksanaan PSBB, diperpanjang 28 hari. Artinya periode kedua ini mulai tanggal 24 April sampai dengan 22 Mei 2020,” terang Anies.

Dia mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya akan fokus penegakan hukum pada PSBB periode kedua tersebut. Karena masuk fase penegakan hukum, ke depan semua yang melanggar tidak akan diberi peringatan lagi, melainkan langsung ditindak.

Karenanya, Anies mengimbau semua pihak untuk mematuhi PSBB. Apalagi hal ini diberlakukan demi kepentingan bersama.

“Jangan sampai harus ditindak. Kerjakan yang menjadi kewajiban selama PSBB ini dengan sebaik-baiknya dan baik perusahaan-perusahaan juga jangan curi-curi,” ungkapnya.

Dijelaskan, penegakan hukum akan mulai dilakukan karena saat implementasi PSBB periode 1, penegakan hukum oleh petugas keamanan sebatas imbauan. Sehingga kini setiap perbuatan pribadi terkait kerumunan maupun perusahaan-perusahaan yang tetap memaksakan kerja dari tempat kerja meski bukan bagian dari 11 sektor yang dikecualikan akan ditindak tegas oleh petugas keamanan.

Tak main-main, Anies bahkan menyebut anksi tegas terhadap perusahaan bahkan bisa mencapai pencabutan izin usaha. Jika perusahaan itu terbukti melanggar aturan dengan membiarkan pekerjanya bekerja selama masa PSBB.

Hal itu karena fakta di lapangan menunjukkan masih banyak perusahaan yang tidak termasuk 11 sektor yang dikecualikan dalam PSBB sesuai Pergub DKI 33/2020 tetap beroperasi secara normal. “Ada beberapa contoh perusahaan memaksakan karyawannya bekerja dan ternyata betul ada kasus positif dengan akhirnya seluruh operasi harus dihentikan,” bebernya.

Maka dari itu, pria yang pernah menjabat Menteri Pendidikan RI itu berharap masyarakat serta perusahaan-perusahaan dapat menaati PSBB periode kedua. Agar angka kasus Covid-19 khususnya di DKI Jakarta dapat cepat turun dan masyarakat dapat beraktivitas normal kembali.

“Saya mengingatkan kepada seluruh warga untuk bekerja di rumah, belajar dari rumah beribadah dari rumah dan kami terus akan melaksanakan program-program jaring pengaman sosial,” tegasnya. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.