Fasilitas Pengendalian Penyakit Menular di Batam Ditarget Rampung Akhir Maret

INTREN.ID, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menyiapkan pembangunan fasilitas observasi/penampungan/karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, terutama virus corona (Covid-19). Fasilitas ini direncanakan bakal berada di Pulau Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Basuki Hadimuljono selaku Menteri PUPR mengatakan, sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo, seluruh fasilitas kesehatan yang dibangun tersebut diharapkan selesai akhir Maret 2020. Target yang diberikan Bapak Presiden adalah 2-3 pekan harus selesai dan siap untuk dimanfaatkan.

“Berarti tidak hanya bangunan untuk observasi/penampungan/karantina termasuk isolasi saja, tetapi juga pendukungnya, seperti rumah dokter/perawat, dapur umum, gudang, laundry, dan lain-lain. Sekarang sudah mulai land clearing, pasokan listrik dari PLN juga akan segera kami sambungkan,” kata Basuki.

Pada tahap awal akan dibangun dua bangunan bertingkat dua, yang terdiri dari fasilitas observasi/penampungan/karantina termasuk isolasi. Untuk ruang observasi dengan kapasitas 230 tempat tidur, dengan satu kamarnya memiliki kapasitas rawat 8 sampai 10 pasien. Sementara untuk ruang isolasi terdiri dari 30 tempat tidur Intensive Care Unit (ICU) dan 20 tempat tidur Non ICU dengan peralatan sesuai standar yang berlaku.

Selain itu di sekitar fasilitas utama juga akan dilengkapi sarana olahraga, ruang terbuka hijau serta sarana pengolahan sampah padat dengan insinerator khusus, serta Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Untuk insinerator limbah padat, Kementerian PUPR akan bekerja sama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

“Bekas Rumah Sakit yang ada di sini masih bisa kita manfaatkan. Saya lihat strukturnya masih bagus, dinding dengan double cover asbes masih kuat, tinggal plafon dan kayu kusen yang lapuk kita akan ganti. Intinya masih bisa dipakai untuk pendukung seperti ruang administrasi, dokter, tenaga medis, dapur, dan laundry,” sebut Basuki.

- ADVERTISEMENT -

Dia mengatakan anggaran pembangunan seluruh sarana dan prasarana kesehatan tersebut dilakukan melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT Wijaya Karya (Persero) dan PT Waskita dengan Konsultan Manajemen Konstruksi PT Virama Karya. Untuk menyediakan air baku, telah disiapkan empat alternatif tampungan air yakni Waduk Monggak Rempang dengan debit 232 liter/detik berjarak 16 km, Embung Camp Vietnam (0,11 liter/detik) berjarak 1,6 km, Embung Setotok (1,5 liter/detik) berjarak 35 km, dan Waduk Sei Gong (400 liter/detik) berjarak 4,1 km, namun Waduk Sei Gong kondisi airnya masih payau.

“Untuk menunjang fasilitas observasi dan isolasi, kami akan bangun instalasi pengolahan air (IPA) dengan kapasitas 5 liter/detik yang bersumber dari Waduk Monggak Rempang,” urai Basuki.

Waduk Monggak Rempang memiliki volume tampung 5,1 juta m3 dengan luas genangan 154, 6 hektar. Untuk pengerjaannya, saat ini Kementerian PUPR melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera IV Ditjen SDA tengah menyiapkan pipa transmisi sepanjang 16,2 km dan pipa distribusi di dalam kawasan untuk sepanjang 6,7 km. Total anggaran diperkirakan sekitar Rp17 miliar.

Saat ini pekerjaan land clearing telah dimulai dengan memobilisasi alat berat dozer 7 unit, ekskavator 7 unit, dump truck 4 unit, genset 2 unit, 2 mobil tangki air dan 1 toilet mobile.
Kementerian PUPR juga akan meningkatkan akses keluar masuk pulau dengan membangun helipad dan disiapkan penataan dermaga di Pelabuhan Pulau Galang yang dikelola UPT Dinas Perhubungan Pemkot Batam.

Sebagai informasi, fasilitas ini memanfaatkan lokasi eks tempat penampungan kamp pengungsi Vietnam yang difungsikan sejak tahun 1979 hingga 1996 di Pulau Galang dan kini lokasi tersebut merupakan kawasan wisata sejarah. (***)

Penulis: Lukman Maulana
Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.