Enam WNA India Dikirim ke RS Khusus Corona di Pulau Galang

Kontak dengan Jemaah Tabligh yang Terkonfirmasi Positif

INTREN.ID, BATAM – Enam warga negara asing (WNA) asal India yang merupakan Jemaah Tabligh dikarantina di Rumah Sakit Khusus Covid-19 di Pulau Galang, Batam. Lantaran rekan mereka, SAA, salah seorang anggota Jemaah Tabligh yang juga WNA India dikonfirmasi positif terjangkit virus corona baru (Covid-19).

SAA sendiri kini dirawat intensif di RSUD Embung Fatimah karena kondisi yang melemah. Akibat penyakit penyerta yaitu diabetes sejak 29 April 2020 lalu.

Kepala Dinas kesehatan (Kadinkes) Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, para rekan SAA telah menjalani Rapid Diagnosis Test (RDT) untuk memastikan kondisi kesehatan. Karena telah kontak secara langsung dengan SAA.

“Telah di-rapid test, ada dua yang non reaktif dan empat lainnya reaktif,” kata Didi.

Namun untuk tetap menjaga situasi dan kondisi makin stabil, Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam memutuskan mengirim keenam WNA tersebut ke Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 di Pulau Galang.

“Telah kami kirimkan ke RS Galang. Telah kami pisah antara yang reaktif dengan yang non reaktif,” ungkapnya.

Para jemaah tersebut tiba di Batam pada pada tanggal 2 Maret 2020 lalu dan tinggal di rumah marbut Masjid Baiturrahman di Kecamatan Sekupang. Sementara sang marbut yang tinggal seorang diri di lokasi tersebut, telah dilakukan RDT dengan hasil non reaktif.

Namun dari hasil tracing yang dilakukan, tiga orang jemaah Indonesia warga setempat yang biasa mengantarkan makanan ke lokasi tersebut, menujukkan hasil reaktif dari RDT yang telah dilakukan.

“Rencananya, ketiga jemaah tersebut akan kami kirim juga ke RS Galang. Siang ini akan kami berangkatkan,” sebut Didi.

Tim surveilans pun terus melakukan proses contact tracing terhadap warga Batam yang diperkirakan berhubungan dengan para pasien tersebut. Sejauh ini juga sudah dilakukan penutupan Masjid Baiturrahman untuk beribadah secara berjamaah sejak adanya imbauan dari Pemerintah Kota Batam beberapa waktu lalu. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.