Enam Nama Calon Komisioner Bawaslu Kaltim Dikirim ke Pusat, Direktur Eksekutif JSN Apresiasi Kinerja Panitia Seleksi

INTREN.ID, SAMARINDA – Panitia Seleksi Badam Pengawas Pemilihan Umum Kalimantan Timur (Bawaslu Kaltim) telah menetapkan enam nama calon Komisioner Bawaslu Kaltim, untuk diserahkan ke Bawaslu RI. Mereka akan mengikuti tahap berikutnya, yaitu fit and propert test untuk dipersempit menjadi tiga nama.

Direktur Eksekutif Jaringan Suara Nusantara (JSN), Habibi mengapresiasi kinerja Panitia Seleksi Bawaslu Kaltim yang mengedepankan pemahaman materi pemilu dan integritas dalam melakukan seleksi.

“Kami mengapresiasi kinerja panitia seleksi dalam melakukan seleksi nama-nama calon Komisioner Bawaslu Kaltim yang akan diserahkan ke Bawaslu RI. Sehingga diharapkan dapat menjadi pengawas pemilu yang berkualitas,” kata Habibi.

Dia menambahkan, untuk seleksi calon Komisioner Bawaslu Kabupaten/Kota nantinya juga harus tetap mengedepankan pemahaman materi pemilu dan integritas. Siapapun yang terpilih, memiliki kualitas dan integritas.

“Hal sama juga berlaku untuk seleksi Bawaslu Kabupaten/Kota. Pemahaman materi pemilu dan integritas menjadi syarat mutlak melahirkan para pengawas pesta demokrasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, enam nama calon Komisioner Bawaslu Kaltim diserahkan ke Bawaslu RI. Mereka akan ikuti fit and proper test untuk diseleksi lagi menjadi tiga nama. Mereka adalah Hari Dermanto, Asman Azis, Wamustofa Hamzah, Danny Bunga, Daini Rahmat, dan Galeh Akbar Tanjung.

“Keenam lainnya mendapatkan nilai terendah sehingga dinyatakan tidak lulus,” ucap Ketua Tim Panitia Seleksi Komisioner Bawaslu Kaltim, Johans Kadir Putra saat konferensi pers secara daring, Selasa (2/8/2022).

Dia menambahkan, penilaian dalam tes wawancara tersebut mencakup tujuh hal. Di antaranya pemahaman materi tentang pemilu, sistem hukum, dan politik. Kemudian integritas calon, kemampuan komunikasi, kualitas kepemimpinan dalam organisasi, pengetahuan muatan lokal, visi dan misi serta gagasan. Lalu pengalaman di bidang kepemiluan dan karya ilmiah tentang pemilu. Adapun persentase nilai dalam seleksi yaitu 40 persen untuk kesehatan dan 60 persen nilai wawancara. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.