Empat Desa di Kaltim Sangat Tertinggal, Fokus Percepatan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat

INTREN.ID, SAMARINDA – Pemprov Kaltim melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim menilai lahirnya Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa menjadi semangat baru memajukan desa melalui percepatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Implementasinya melalui diberikan Dana Desa untuk pelaksanaan Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD).

Bagi Kaltim, hadirnya UU Desa memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingga ke desa. Dibuktikan terjadinya peningkatan Indeks Desa Membangun (IDM) Kaltim dari tahun ke tahun sejak lahirnya UU Desa.

“Saat ini, desa berstatus sangat tertinggal tersisa empat desa, dan desa berkembang sudah ada 51 desa. Tentu ini capaian menggembirakan,” kata Kepala DPMPD Kaltim M Syirajudin, Ahad (17/1/2021).

Berdasarkan data IDM 2020, dari 841 desa yang tersebar di 81 kecamatan dan tujuh kabupaten, terdapat 51 desa mandiri, 202 desa maju, 456 desa berkembang, 128 desa tertinggal, dan empat desa sangat tertinggal.

Jika berkaca awal dikucurkan Dana Desa pada 2015, ungkapnya, desa mandiri Kaltim berdasarkan IDM 2017 hanya dua, maju 32 desa, berkembang 289 desa, tertinggal 381 desa, dan sangat tertinggal 137 desa.

“Semoga Dana Desa bisa terus dikucurkan, agar desa di Kaltim yang masih sangat tertinggal meningkat minimal menjadi desa berkembang. Sebab, desa Kaltim tidak bisa disamakan dengan desa di Jawa. Semuanya serba terbatas,” harapnya.

Informasi ini juga disampaikan Syirajudin saat mengikuti Peringatan 7 Tahun UU Desa yang digelar secara virtual oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.