Elektabilitas PDI Perjuangan Tertinggi di Kaltim, Safaruddin Imbau Seluruh Kader Terus Berjuang

Hasil Survei Charta Politika Terbaru

INTREN.ID, BALIKPAPAN – Hegemoni Partai Golongan Karya (Golkar) di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai terusik. Hasil survei Charta Politika terbaru justru menempatkan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan sebagai pemenang di Bumi Mulawarman. Survei berjudul “Laporan Survei Kalimantan Timur, Survei Preferensi Sosial dan Politik Masyarakat Tahun 2022” itu dilakukan pada periode 4-12 Maret.

Banteng moncong putih berhasil meraup elektabiltas tertinggi mencapai 18 persen. Kemudian, disusul oleh Golkar dengan 17,3 persen. Sementara Gerindra berada di urutan ketiga dengan 15,8 persen. Sedangkan partai politik (parpol) lainnya memiliki elektabilitas di bawah 7 persen. (Selengkapnya lihat infografis di bagian bawah)

“Hasil survei ini harus kita syukuri. Artinya, seluruh pengurus, kader, simpatisan, hingga anggota dewan dari PDI Perjuangan benar-benar bekerja untuk masyarakat. Sehingga mendapatkan tempat di hati masyarakat. Namun, hasil ini tidak boleh membuat kami terlena. Justru menjadi cambuk untuk terus berjuang demi meningkatkan elektabilitas lagi,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin.

Sebagaimana diketahui, saat ini Golkar menjadi pemenang di Kaltim. Di DPRD Kaltim, jumlah kursi partai berlambang pohon beringin itu mencapai 12 kursi, disusul PDI Perjuangan 11 kursi, dan Gerindra 8 kursi. Raihan tersebut merupakan hasil perolehan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 lalu.

Dalam survei juga terungkap bahwa, kepuasan masyarakat Kaltim terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin tergolong cukup baik, yakni sebesar 69,9 persen. Rinciannya, 12,1 persen sangat puas, 57,8 persen cukup puas, 25,4 persen merasa kurang puas, sementara 4 persen tidak puas sama sekali. Sebanyak 1,8 persen menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.

Namun, kepuasan terhadap kinerja Pemprov Kaltim tergolong sedang. Yakni di angka 65,9 persen. Rinciannya adalah 9,6 persen sangat puas, 56,3 persen cukup puas, 25,6 persen merasa kurang puas, sementara 2,4 persen tidak puas sama sekali. Sebanyak 6,1 persen menyatakan tidak tahu atau tidak jawab.

Yang menarik, elektabilitas Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Isran Noor-Hadi Mulyadi berada di tiga besar. Isran Noor berada di urutan pertama dengan raihan 19,4 persen, sementara Hadi Mulyadi berada di urutan ketiga dengan 12,4 persen. Wali Kota Samarinda, Andi Harun nangring di peringkat kedua dengan elektabilitas mencapai 14,4 persen.

Untuk simulasi Pilpres di Kaltim, Menteri Pertahanan yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto memiliki elektabilitas 29,3 persen. Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo berada di urutan kedua dengan 19,9 persen dan disusul Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 18,4 persen.

Pemilu sendiri digelar 14 Februari 2024, bersamaan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres). Sementara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) digeber serentak pada 27 November 2024. Kendati demikian, jumlah masyarakat Kaltim yang tahu kapan penyelenggaraan pesta demokrasi itu masih rendah, yakni 65,1 persen.

Untuk diketahui, survei tersebut menggunakan multistage random samping dengan jumlah sampel di Kaltim sebanyak 800 responden. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan protokol kesehatan yang ketat. Sementara, margin of error +/- 3,4 persen. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

 

Hasil survei lengkap

Get real time updates directly on you device, subscribe now.