DPR RI Bantah Dana Jemaah Haji Digunakan untuk Penanganan Corona

Sebut Anggaran APBN yang Akan Direlokasi Sebesar Rp 325 Miliar

INTREN.ID, JAKARTA – Kabar yang menyebut dana calon jemaah haji (Calhaj) digunakan untuk penanganan pandemi virus corona baru (Covid-19) dibantah DPR RI. Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto memastikan dana calhaj yang sudah disetorkan tidak akan digunakan untuk penanganan corona.

“Jika ibadah Haji batal, dana setoran Haji yang sudah disetorkan bapak-ibu calon jemaah Haji ke bank penerima sama sekali tidak akan diganggu satu rupiah pun,” tegas Yandri dalam rapat virtual Komisi VIII DPR RI dengan Ditjen PHU Kementerian Agama (Kemenag) dan BPKH, Rabu (15/4/2020).

Karenanya, politisi Fraksi PAN itu berharap calhaj tidak risau atas dana yang sudah disetorkan. Karena semua akan dijamin keamanannya.

Meski begitu, jika pelaksanaan ibadah Haji tahun ini gagal, maka dana Haji dari 2020 yang sudah dipersiapkan untuk pelaksanaan Haji akan direalokasikan untuk penanganan Covid-19.

“Jadi yang akan digeser atau direalokasikan untuk membantu penanganan Covid-19 adalah anggaran APBN yang sudah dianggarkan sebelumnya, sebesar Rp 325 miliar. Bukan dana yang disetorkan calon jemaah Haji,” terang Yandri.

- ADVERTISEMENT -

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily mendesak Kemenag segera memutuskan pelaksanaan ibadah Haji tahun 2020. Paling lambat pertengahan Ramadan mendatang, pemerintah harus memutuskan Indonesia bisa memberangkatkan jemaah Haji.

Ace menganggap keputusan itu tidak harus menunggu Kerajaan Saudi Arabia. Karena yang terpenting sebetulnya adalah kesiapan jemaah Haji.

Namun mesti dipastikan jika haji tahun 2020 tetap dilaksanakan, tidak akan ada risiko jemaah haji Indonesia terinfeksi Covid-19. Karenanya da berharap Kemenag memikirkan secara matang hal tersebut.

“Pemerintah harus siap memastikan mayoritas calon jemaah Haji yang telah mendaftar itu, pertama ia memang bebas Covid-19 untuk berangkat Haji. Yang kedua, mereka tidak berpotensi untuk tertular Covid-19 selama di Arab Saudi. Itu yang harus dipikirkan dengan matang,” tandas politisi Partai Golkar itu. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.