DPD PDI Perjuangan Kaltim Gelar Pendidikan Kader Madya, Diikuti Ratusan Orang, Safaruddin: Kita Siap Memenangkan Pemilu

INTREN.ID, TENGGARONG – DPD PDI Perjuangan Kaltim berkolaborasi dengan DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara menggelar Pendidikan Kader Madya selama tiga hari, 5-7 Agustus 2022.

Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim, Irjen Pol (Purn) Drs H Safaruddin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan wujud komitmen pihaknya dalam menjemput kemenangan pada pesta demokrasi 2024 mendatang. Untuk merealisasikannya, maka PDI Perjuangan Kaltim memperkuat internalnya.

“Kami optimistis pengurus, kader, dan simpatisan PDI Perjuangan Kaltim sangat solid dan siap memenangkan agenda pemilu mendatang. Penguatan internal diperlukan untuk memenangkan hati rakyat. Kita siap memenangkan pemilu,” tegas anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Ketua Bidang Kaderisasi dan Ideologi Kader sekaligus Ketua Badiklat PDIP Perjuangan Kaltim, Iswandi menjelaskan, kegiatan ini diikuti 113 kader yang sebelumnya telah dinyatakan rampung mengikuti pendidikan Kader Pratama dengan surat keterangan pernah mengikuti Pendidikan Kader Pratama.

“Total 113 orang terdiri dari laki-laki 81 orang dan perempuan 32 orang. Keterwakilan perempuannya 28,3 persen,” kata Iswandi. Mereka terdiri dari pengurus partai, pimpinan dewan, hingga peserta Pendidikan Kader Pratama.

Syarat untuk mengikuti Kader Madya harus mengikuti Pendidikan Kader Pratama dulu, jadi wajib jenjangnya. Kader Pratama dilakukan DPC sementara Kader Madya DPD dan pendidikan Kader Utama yang menyelenggarakan DPP PDI Perjuangan.

“Kami berkolaborasi dengan DPC PDI Perjuangan Kukar yang saat ini selaku tuan rumah, setelah madya nanti naik lagi ke Kader Utama yang menyelenggarakan DPP. Jadi tingkatan pengaderan pendidikan yang berjenjang itu ada tiga,” jelasnya.

Sementara Ketua DPP sekaligus Ketua Bandiklat Kaderisari DPP PDI Perjuangan, Djarot Syaiful Hidayat yang hadir sekaligus membuka kegiatan kali ini menjelaskan, materi yang disampaikan ialah Pancasila 1 Juni, Pancasila dan mekanisme, Trisakti, Revolusi Mental, Tata Kelola Partai, serta Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Partai.

“Ada 12 materi dan tujuh pembicara. Saya mengapresiasi DPD PDI Perjuangan Kaltim yang sangat aktif dalam melakukan proses kaderisasi dan pendidikan politik. Bukan hanya di tingkat DPD tapi sampai di tingkat DPC,” kata Djarot.

Menurutnya, pendidikan politik dan kaderisasi ini penting karena fungsi utama dari partai politik itu adalah melakukan pendidikan politik juga melakukan kaderisasi, serta melakukan penggemblengan kader. Sehingga betul-betul mempersiapkan calon-calon pemimpin.

“Kaderisasi yang berbasis pada ideologi Pancasila itulah akarnya dan ini sangat-sangat baik yang dilakukan oleh DPD dan DPC PDI Perjuangan di Kaltim, setelah ini juga saya akan menghadiri pendidikan di daerah-daerah lainnya. Saya tekankan juga di sini, PDI Perjuangan itu tidak akan pernah kehilangan stok kader dan PDI Perjuangan tidak akan membajak kader lain, kita berusaha mendidik kader kita sendiri,” terangnya.

Untuk kader PDI Perjuangan yang ada di Kaltim, Djarot menegaskan agar tetap memperkuat ideologi partai dengan sikap yang disiplin, bukan hanya disiplin waktu tetapi juga disiplin gerakan.

“Dan gerakan kita tunggal bagaimana turun ke bawah membantu rakyat memecahkan permasalahan-permasalahan, persoalan rakyat,” pungkas Djarot.

Di tempat yang sama Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis berharap, penyelenggaraan Pendidikan Kader Madya bisa mencetak kader teladan untuk menjadi teladan bagi kader lain dan menambah motivasi setiap kader untuk terus berjuang untuk kesejahteraan rakyat. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.