Dorong UMKM Jualan di Marketplace, Kementerian Koperasi dan UKM Gandeng Grup Facebook

INTREN.ID, JAKARTA – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) didorong untuk mempercepat digitalisasi dengan berjualan di marketplace. Dalam hal ini, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menggandeng Grup Facebook yang meliputi Facebook (FB), Instagram (IG), dan Whatsapp (WA).

“Masih banyak pelaku UMKM yang belum berjualan di marketplace yang ada. Oleh karena itu, dengan kerja sama ini, kami akan mendorong UMKM berjualan di media sosial di Facebook, Instagram, dan Whatsapp,” ungkap Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) Teten Masduki.

Dijelaskan, langkah akselerasi digitalisasi itu dilakukan lantaran tren market ke depan mengarah ke sana. Para pelaku UMKM disebut dapat menggunakan saluran digital media sosial untuk memperluas akses pasar, baik dalam negeri maupun luar negeri. Pun demikian, digitalisasi bakal mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan.

“Transaksi perdagangan UMKM akan terekam dengan baik, sehingga bisa tergambar kinerja bisnisnya secara lebih transparan,” terangnya.

Menurut Tetet, dengan digitalisasi proses bisnis pelaku UMKM tergambar lebih akuntabel. Alhasil UMKM dapat memperoleh nilai investasi yang lebih besar lagi.

- ADVERTISEMENT -

Di satu sisi, Dirut Lembaga Layanan Pemasaran (LLP) KUKM Leonard Theosabrata menyatakan pihaknya sebagai pengelola Smesco Indonesia telah bekerja sama dengan Grup Facebook dalam hal pelatihan-pelatihan. Arah dari kerja sama pelatihan itu supaya pelaku UMKM menjual produknya di berbagai marketplace untuk lebih meningkatkan akses pasar bagi produk yang dihasilkan.

Meski begitu, Leonard menekankan adanya perlakuan yang berbeda bagi setiap pelaku UMKM. “Kita tidak bisa menyamakan perlakuan. Karena antara usaha mikro, kecil, dan menengah, sangat berbeda. Baik dari sisi skala usahanya maupun hal-hal lainnya,” sebutnya.

Sementara itu Kepala kebijakan Publik Facebook Indonesia Ruben Hattari menuturkan, kerja sama Facebook dengan KemenkopUKM dan beberapa marketplace itu dalam rangka akselerasi pemulihan ekonomi pelaku UMKM. Lantaran UMKM merupakan tulang punggung perekonomian negeri ini.

“Dan pandemi Covid-19 merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh pelaku UMKM,” ujar Ruben.

Pihaknya, sambung Ruben, telah sudah melakukan pelatihan secara virtual untuk 85 ribu UMKM di seluruh Indonesia. Dalam enam bulan hingga satu tahun ke depan, pihaknya bakal menggelar pelatihan untuk 15 ribu UMKM yang ada di bawah naungan Smesco Indonesia. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.