Disnaker Batam Tutup Pelayanan Kartu Kuning, Berapa Lama?

INTREN.ID, BATAM – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam menutup pelayanan pembuatan kartu percari kerja atau yang biasa disebut kartu kuning.

Kepala Disnaker Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengatakan, penutupan untuk menindaklanjuti surat dari Wali Kota Batam terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 dengan meniadakan pertemuan.

Penutupan dilakukan selama dua pekan, hingga 10 April mendatang. “Penutupan pelayanan ini kami perpanjangan, karena situasi belum membaik. Dan kami ikuti perkembangan dari pemko saja,” kata Rudi.

Sebelumnya, Rudi juga telah memberikan surat edaran kepada seluruh perusahaan di Kota Batam dan manajemen Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo Industrial Park, untuk meniadakan pembukaan lowongan kerja secara langsung.

Seperti diketahui, MPH Batamindo merupakan tempat para pencari kerja berkumpul untuk bisa mendapatkan informasi seputar lowongan pekerjaan di Kota Batam.

Surat edaran dari Disnaker tersebut berlaku sejak 16 Maret 2020 yang disampaikan oleh Rudi, dan berlaku hingga 14 hari ke depan.

Hal tersebut membuat MPH Batamindo yang pada hari biasa dipadati ratusan, bahkan ribuan pencari kerja mendadak sepi. Dan, hanya petugas kebersihan serta keamanan yang ada.

Situasi seperti ini, membuat para pencari kerja harus memutar otak untuk bisa bertahan hidup. Apalagi mereka tidak berpenghasilan sama sekali.

- ADVERTISEMENT -

Seperti yang disampaikan Rita, wanita yang merantau sejak September 2018 lalu. Kini dia hanya bisa bertahan dari sisa tabungan karena telah tidak bekerja sejak awal tahun 2020 lalu.

Kini, dia hanya mampu menunggu dengan harapan lamaran yang telah dikirim secara online mendapat respon dari pihak perusahaan.

“Kalau mau datang ke MPH untuk cari tahu info, sudah enggak bisa. Jadi harapan saya hanya lamaran via online saja,” kata Rita.

Meski demikian, Rita mengaku masih ada beberapa hal yang bisa disyukuri dengan keadaannya. Dengan mengajukan lamaran via online, dirinya tidak lagi perlu mengeluarkan biaya yang cukup tinggi untuk mengirimkan berkas lamarannya. Sehingga masih masih bisa dialihkan untuk kebutuhan makan serta lainnya untuk bertahan hidup.

“Memang ada sisi baiknya, tapi sudah hampir satu bulan saya coba (melamar) via online dan belum ada hasil sama sekali,” ungkapnya.

Dia berharap pandemi Covid-19 ini segera berakhir, dan perusahaan di Kota Batam bisa kembali stabil agar bisa kembali membuka lowongan.

“Saya rasa, harapan saya menjadi harapan para teman-teman pencari kerja lainnya,” tutupnya. (***)

 

Reporter: Agung Maputra

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.