Dinilai Prioritaskan Kesejahteraan Karyawan, tiket.com Raih Peringkat ke-5 Happiness Index 2021

INTREN.ID, JAKARTA – Pandemi memberi dampak bagi perusahaan dan karyawan. Perusahaan menghadapi tantangan untuk terus mengelola agar tetap menjalankan operasional dan bertanggung jawab untuk menjaga tingkat kesejahteraan karyawan.

Karyawan pun harus terus meningkatkan performa dan mutu pekerjaan agar terus dapat melestarikan kesejahteraan mereka. Kekhawatiran tersebut memicu stres yang membebani pikiran serta memengaruhi tingkat kebahagiaan karyawan.

Namun, pandemi juga menjadi momentum bagi sejumlah perusahaan yang memprioritaskan kelangsungan kesejahteraan dan kebahagiaan karyawan semakin bersinar.

Salah satunya adalah tiket.com, pionir online travel agent (OTA) di Indonesia yang bertambah usia menjadi 10 tahun di bulan ini. Menduduki peringkat ke-5 pada Happiness Index 2021 berdasarkan hasil kalkulasi Revou, tiket.com mendapatkan rating 4,55.

Revou menggunakan metode kalkulasi dengan mengumpulkan daftar perusahaan Indonesia dengan kategori most funded dari situs Tech in Asia. Kemudian Glassdoor dan Jobstreet meninjau dan mengumpulkan data khusus dari pool karyawan yang berlokasi di Indonesia. Rangking ditentukan oleh dua hal, yakni rata-rata rating dan total partisipasi peninjauan.

Chief People Officer tiket.com Dudi Arisandi menyambut baik peringkat ini. Menurutnya, tiket.com selalu mencoba untuk menjadi perusahaan yang people-centric.

Dengan core value Hunger, Agile, People-oriented, Performance driven, dan Yourself (HAPPY), tiket.com terus meredefinisikan dan memperkuat makna bekerja dan berkarya dengan kejujuran dan transparansi, sehingga budaya HAPPY tiket.com pun terus terpancar dalam operasional perusahaan sehari-hari.

Indiktor kebahagiaan karyawan Indonesia pada umumnya bergantung pada beberapa faktor pokok. Faktor pertama adalah gaji. Banyak karyawan menuliskan tinjauan positif ketika kompensasi sesuai atau bahkan di atas rata-rata angka pasar.

“Secara keseluruhan, tiket.com mampu mempertahankan rating 4,55 karena tidak ada pemotongan gaji dan pemutusan hubungan kerja di tiket.com meskipun berkecimpung di industri pariwisata yang sangat terdampak akibat pandemi,” kata Dudi.

Kemudian, faktor kedua adalah fasilitas. Hal yang dapat berhasil dipertahankan oleh tiket.com terutama di saat pandemi seperti sekarang ini adalah fasilitas Flexi Wallet.

“Flexi Wallet memberikan benefit yang dapat digunakan oleh t-fam (tiket family) sesuai dengan kebutuhan masing-masing, seperti hobi, edukasi, wellness, top-up medical, berbagai kebutuhan pekerjaan (work related tools), serta berlibur menggunakan ragam produk tiket.com,” tambahnya.

Lalu, beberapa fasilitas yang disediakan oleh tiket.com yang berhubungan dengan kesehatan t-fam adalah asuransi kesehatan (termasuk penanganan pasien Covid-19), dokter virtual 24/7, beragam kelas wellness virtual, sesi virtual untuk mental wellness, beragam kelas virtual gratis untuk mengasah bakat, dan masih banyak lagi.

“Berikutnya, faktor work-life balance turut memegang peranan penting bagi kebahagiaan karyawan sehingga lebih baik dalam mengatur stres. Hal ini karena ketika work from home, batasan antara jam kerja dan jam pribadi menjadi kabur. Fleksibilitas menjadi kunci penting yang turut membantu meningkatkan kebahagiaan karyawan di suatu perusahaan,” bebernya.

Sedangkan, faktor lingkungan kerja menjadi tolok ukur berikutnya. Yang dimaksudkan di sini bukanlah suasana ruangan kerja, tetapi interpersonal relationship atau hubungan profesional sehari-hari, chemistry antara rekan kerja, kolega, hingga atasan. Hal tersebut sangat mempengaruhi tingkat kebahagiaan dan performa karyawan.

“tiket.com secara reguler mengadakan kegiatan kumpul secara virtual dengan berbagai tema unik sesuai dengan kegemaran atau hobi t-fam, yang bertujuan untuk mendorong keakraban antar t-fam,” jelas Dudi.

Beberapa tema unik seperti virtual gathering dalam Full Circle Wellbeing Program with Jeda Wellnest, #selaluadatiketnya Virtual Anniversary Party 10 tahun tiket.com, The Playground – Virtual Tour to Semeru, dan masih banyak lagi.

“Hal tersebut semakin menguatkan interpersonal relationship dan semangat paguyuban antara sesama t-fam, sehingga tiket.com tidak hanya dipandang sebagai tempat kerja saja tetapi juga tempat komunitas penggemar hobi serupa berkumpul dan berdiskusi seru,” sambung Dudi.

Faktor pokok terakhir adalah jenjang karier dan personal growth, yaitu pentingnya memaksimalkan potensi diri sebagai motivator penting bagi jenjang karier profesional. tiket.com memberikan dukungan sepenuhnya bagi t-fam untuk mengembangkan bakat melalui rangkaian program virtual dari Udemy dan Coursera.

T-fam tiket.com dapat mengambil sebanyak-banyaknya jenis course. Tiap bulan, tiap karyawan memiliki data progres untuk memonitor keaktifan dalam mengikut kelas virtual tersebut.

Selain itu, tiket.com juga memiliki program sharing knowledge antarsesama t-fam intra-departmen secara interaktif guna meningkatkan cakrawala dan wawasan pengetahuan akan pekerjaan. tiket.com tentunya akan memberikan apresiasi tinggi bagi t-fam yang berinisiatif menjadi mentor untuk berbagi pengetahuannya.

“Sebagai perusahaan teknologi dinamis di industri pariwisata, tiket.com terus berkembang dan melebarkan sayap. Saat ini, tiket.com tengah bersiap-siap menyambut kembalinya masa kejayaan industri pariwisata Indonesia. Itulah sebabnya, beberapa posisi strategis pun terus dicari oleh perusahaan. Kami memandang t-fam sebagi prioritas utama, untuk dapat maju bersama-sama mensejahterakan Indonesia melalui industri pariwisata. Lowongan pekerjaan dapat dicari di situs tiket.com/careers,” tutup Dudi. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.