Dinas Kesehatan Batam Klaim Warga yang Kembali Positif Corona Bukan Reaktivasi

INTREN.ID, BATAM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam memberikan penjelasan terkait dua orang yang kembali terpapar virus corona baru (Covid-19) setelah dinyatakan sembuh. Dalam hal ini keduanya merupakan kasus reinfeksi, bukan reaktivasi.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Batam Didi Kusmarjadi. Kata dia, seluruh pasien yang telah dinyatakan sembuh telah melakukan pemeriksaan PCR. Alat PCR memiliki akurasi mencapai 100 persen untuk mendeteksi keberadaan virus di dalam tubuh.

“Agar pasien dinyatakan sembuh harus dua kali mendapatkan hasil negatif dari pemeriksaan swab yang dilakukan dan berjarak waktu,” ucap Didi kepada intren.id, Selasa (16/6/2020).

Bahkan pasien tersebut juga harus melakukan Karantina mandiri selama 14 hari setelah diperbolehkan pulang dari RS tempatnya dirawat. Sementara jika reaktivasi, adalah virus yang telah berada di dalam tubuh kembali berkembang. Hal tersebut sangat bertolak belakang dengan cara kerja dari pemeriksaan swab.

Meskipun hingga saat ini pihaknya belum mengetahui pasien tersebut terpapar dari klaster mana. Namun Didi mengatakan kedua pasien tersebut dikelompokkan ke dalam golongan komunitas.

- ADVERTISEMENT -

“Belum diketahui bukan karena tidak dilakukan tracing, tetapi masih dalam proses. Apalagi yang bersangkutan telah beraktivitas,” kata Didi.

Perlu diketahui, Covid-19 di Wuhan, Tiongkok kini telah memiliki 30 lebih strain (jenis). Pada setiap jenisnya memiliki perbedaan yang bisa kembali menyerang manusia. Bahkan telah bermutasi dan akhirnya disepakati diberi nama SARS-CoV-2 yang bisa menginfeksi manusia dengan gejala lebih parah.

Kata Didi, dalam tubuh manusia memiliki sel memori yang bisa menjadi antibodi terhadap virus jenis sama yang telah menyerang tubuh. Namun hal tersebut tidak berlaku apabila virus tersebut telah bermutasi seperti Covid-19 yang telah memiliki 30 lebih strain.

“Untuk di Indonesia memang belum diketahui secara pasti jumlah strain-nya. Tetapi yang mereinfeksi kedua pasien tersebut pasti strain jenis berbeda dari strain sebelumnya,” ungkap Didi. (***)

Reporter: Agung Maputra

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.