- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Diekstradisi dari Serbia, Pelarian Buronan Pembobol BNI Rp 1,7 Triliun Berakhir

INTREN.ID, JAKARTA – Pelarian buronan pembobol BNI Rp 1,7 triliun, Maria Pauline Lumowa selama 17 tahun berakhir, Rabu (8/7/2020) malam. Pemerintah Indonesia telah menuntaskan ekstradisi Pauline dari Pemerintah Serbia yang menangkap Pauline di Bandara Nikola Tesla pada 2019 lalu.

“Saya menyampaikan bahwa kami telah secara resmi menyelesaikan proses handing over atau penyerahan buronan atas nama Maria Pauline Lumowa dari Pemerintah Serbia,” kata Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Hamonangan Laoly.

Dia mengklaim kesuksesan pemerintah dalam penyelesaikan ekstradisi itutidak luput dari diplomasi hukum dan hubungan baik kedua negara. Ekstradisi ini turut menjadi bukti perjuangan pemerintah dalam upaya penegakan hukum yang berjalan panjang.

- ADVERTISEMENT -

Kata Yasonna, proses pemulangan ini sempat mendapat kendala. Lantaran ada upaya hukum dari Maria Paulina Lumowa untuk melepaskan diri dari proses ekstradisi. Pun demikian ada upaya salah satu negara Eropa untuk mencegah ekstradisi tersebut. Akan tetapi Pemerintah Serbia tegas pada komitmennya untuk mengekstradisi Maria Pauline Lumowa ke Indonesia.

“Indonesia dan Serbia memang belum saling terikat perjanjian ekstradisi, namun lewat pendekatan tingkat tinggi dengan para petinggi Pemerintah Serbia dan mengingat hubungan sangat baik antara kedua negara, permintaan ekstradisi Maria Pauline Lumowa dikabulkan,” bebernya.

Yasonna turut mengapresiasi kinerja Duta Besar Indonesia untuk Serbia, Chandra Yudha lantaran sudah bekerja keras untuk mengatur dan memuluskan proses ekstradisi. Kesuksesan ekstradisi ini pun menurutnya juga karena adanya asas resiprositas atau timbal balik. Setelah sebelumnya Indonesia mengabulkan permintaan Serbia untuk mengekstradisi pelaku pencurian data nasabah Nikolo Iliev pada 2015. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.