Diduga Hina Presiden, Warga Tanjung Pinang Diciduk Polisi

INTREN.ID, BATAM – Seorang pria berinisial WP (28), warga Tanjung Pinang digelandang ke Polda Kepri oleh Subdit V Dittipidsiber Ditreskrimsus Polda Kepri atas dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Pol Harry Goldenhardt saat konferensi pers di Media Center Polda Kepri, Rabu (8/4/2020) mengatakan, WP merupakan warga Kelurahan Kampung Bugis, Kecamatan Tanjung Pinang, Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau (Kepri) dengan nama akun Agus Ramhdah.

Dia nekat menampilkan meme atau gambar yang diduga menghina Presiden Jokowi, pada Sabtu (4/4/2020) lalu, sekira pukul 15.00 WIB.

“Hal tersebut tentunya dapat menimbulkan permusuhan individu atau kelompok berdasarkan antargolongan,” ucap Harry.

Dari hasil penelusuran jejak digital yang dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Kepri, WP akhirnya berhasil diamankan di kediamannya, Minggu (4/4/2020) sekira pukul 23.00 WIB.

Harry mengungkapkan, alasan WP memposting meme adalah menyindir kinerja Presiden RI.

- ADVERTISEMENT -

“Bahkan pada keterangan awal pelaku, dirinya mengungkapkan adanya ketidaksukaan terhadap Presiden Republik Indonesia,” ungkap Harry.

Beberapa barang bukti seperti sebuah smartphone, beberapa SIM card, hingga print out postingan di akun Facebook yang terdapat meme ujaran kebencian pun berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

Atas perbuatannya, pelaku terancam akan dijerat dengan Pasal 45 A Ayat (2) jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang Repubik Indonesia (RI) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana yang telah diubah dengan UU 19/2016 tentang Perubahan atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 208 Ayat (1) KUHP.

“Untuk ancaman hukuman pidana penjara paling lama enam tahun atau denda hingga satu milliar,” pungkasnya.

Sementara itu, WP sendiri mengaku menyesal atas perbuatannya tersebut. “Saya meminta maaf kepada masyarakat, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan (menghina presiden) lagi,” katanya. (***)

 

Reporter: Agung Maputra

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.