Didi Kempot Meninggal Dunia, Tinggalkan Duka bagi Para Penggemar

Diduga Sakit Jantung, Sempat Galang Donasi untuk Penanganan Corona

INTREN.ID, JAKARTA – Penyanyi campursari kenamaan Didi Kempot tutup usia, Selasa (5/5/2020). Didi meninggal dunia sekira pukul 07.45 WIB di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo di usianya yang ke-53 tahun. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab kematiannya, namun Didi diduga mengembuskan napas terakhir lantaran sakit jantung.

Kabar meninggalnya penyanyi yang tenar dengan lagu ‘Stasiun Balapan’ ini pun mengejutkan banyak pihak. Lantaran begitu mendadak, di tengah rencana konser akbarnya yang bakal digelar Juli mendatang. Didi pun sebelum meninggal tidak menunjukkan gejala-gejala sedang sakit.

Sebelum meninggal, Didi sempat menggelar konser bersama sejumlah komunitas dan badan amal untuk menggalang donasi guna membantu penanganan serta masyarakat yang terkena dampak pandemi virus corona baru (Covid-19) pada 18 April 2020.

Keesokan harinya pada 19 April, Didi mengunggah video terakhirnya di akun instagramnya berisi ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung konser virtualnya. Ucapan terima kasih khususnya ditujukan kepada Sobat Ambyar, julukan untuk para penggemarnya.

Pun demikian, pelantun ‘Sewu Kutho’ itu juga sempat bekerja sama dengan Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, menggarap lagu ‘Ojo Mudik’. Lagu itu dibuat khusus untuk sosialisasi agar masyarakat tidak mudik pada Idulfitri kali ini demi mencegah penyebaran Covid-19.

“Saya kemarin sore juga telepon-teleponan dengan Beliau. Ngobrol, Beliau masih mau nggarap rekaman. Saya juga tidak ada firasat apa pun,” kata Rudyatmo yang menyebut jenazah Didi akan dimakamkan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Dituturkan Rudyatmo, masyarakat Kota Solo merasakan duka besar atas meninggalnya pria kelahiran 1966 itu. Lantaran kehilangan sosok Didi Kempot yang dikenal sebagai seniman sederhana. Apalagi Didi dikenal sebagai sosok pekerja keras yang merintis karier dari jalanan.

“Masyarakat Solo kehilangan sosok seniman yang luar biasa, tidak memandang suku, agama, ras. Orangnya sangat sederhana,” ungkapnya.

Kepergian pria pemilik nama asli Dionisius Prasetyo itu turut dirasakan masyarakat Indonesia khususnya para penikmat musik campursari. Apalagi nama Didi yang populer di era 2000-an itu belakangan kembali melambung dan dijuluki ‘The Godfather of Broken Heart’ lantaran lagu-lagunya yang banyak berceritakan tentang patah hati.

Tagar #SobatAmbyarBerduka pun ramai di linimasa Twitter. Sobat Ambyar merupakan sebutan kalangan anak muda yang belakangan menggemari lagu-lagu Didi. Menariknya, para penggemar Didi bukan hanya dari kalangan orang-orang Jawa yang menjadi bahasa dari lagu-lagunya. Bahkan lagu Didi juga populer hingga ke mancanegara yaitu Belanda dan Suriname. (***)

Editor: Lukman Maulana

Get real time updates directly on you device, subscribe now.