Dianggap Lebih Efektif Melawan Covid-19, Singapura Langsung Amankan Pasokan Molnupiravir

INTREN.ID, SINGAPURA – Singapura resmi menandatangani kesepakatan pembelian obat antiviral buatan Merck, Molnupiravir. Meskipun masih uji coba, obat tersebut sukses menurunkan angka rawat inap pasien Covid-19 hingga 50 persen.

Bahkan, obat itu terbukti efektif melawan segala jenis virus SARS-CoV-2, termasuk varian Delta yang sangat berbahaya. “Obat ini akan tersedia di Singapura begitu menerima otorisasi dan persetujuan penggunaan,” bunyi pernyataan Merck, dikutip The Straits Times.

Pasien Covid-19 biasanya menerima terapi seperti antibodi monoklonal dan obat remdesivir yang diproduksi Gilead. Dua pengobatan itu harus diberikan secara intravena.

Molnupiravir merupakan obat telan. Sehingga, pasien bisa melakukan pengobatan mandiri dengan resep dokter, tanpa bantuan tenaga medis. Ini jauh lebih praktis dan ampuh. Molnupiravir bakal menjadi obat antiviral oral pertama untuk pasien Covid-19.

Obat yang dikembangkan Merck dan Ridgeback Biotherapeutics tersebut dirancang untuk menargetkan enzim yang dibutuhkan virus untuk memperbanyak diri. Lalu, membuat kesalahan di dalam kode genetik virus SARS-CoV-2. Awalnya Molnupiravir dikembangkan tim di Universitas Emory sebagai penghambat influenza dan virus pernapasan serta dua infeksi pernapasan akut penting lainnya.

Molnupiravir sangat efektif jika diberikan kepada pasien yang baru saja tertular. Saat ini Merck mencari otorisasi penggunaan obat tersebut dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika. Jika FDA memberikan lampu hijau, Amerika akan membeli 1,7 juta pil tersebut.

Selain Singapura, Australia sudah sepakat membeli Molnupiravir. Thailand, Korea Selatan (Korsel), Taiwan, dan Malaysia masih dalam tahap negosiasi. Badan kesehatan global, Unitaid menyatakan tengah menjalin kemitraan dengan ACT-Accelerator demi mengamankan pasokan Molnupiravir bagi negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Selama ini vaksin maupun obat yang dirasa manjur selalu diamankan negara-negara kaya lebih dahulu.

Saat uji klinis, tim peneliti Molnupiravir mengambil data 770 pasien Covid-19. Separo pasien mendapatkan Molnupiravir selama lima hari, sedangkan sisanya mendapatkan plasebo. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.