- ADVERTISEMENT -

- ADVERTISEMENT -

Di Masa Pandemi Covid-19, Pemkot Samarinda Dorong Partisipasi Perempuan Melalui Aquaponik

INTREN.ID, SAMARINDA Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) terus berupaya meningkatkan partisipasi perempuan dalam upaya ketahanan pangan keluarga di masa pandemi Covid-19 melalui bantuan aquaponik dan bibit ikan lele.

Bantuan ini langsung diserahkan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang secara simbolis kepada lima camat, yakni Camat Samarinda Seberang, Camat Samarinda Ilir, Camat Samarinda Ulu, Camat Samarinda Utara, dan Camat Palaran berupa aquaponik dan bibit ikan lele di kantor Lurah Air Hitam, Samarinda Ulu, Jalan AW Syahrani, Jumat (24/07/2020).

Selain penyerahan aquaponik dan bibit ikan lele, kegiatan ini dirangkai dengan bimbingan teknis (bimtek) pembuatan aquaponik bagi perempuan di Kota Samarinda tahun 2020.

“Harapan saya kegiatan bimtek ini diikuti dengan baik untuk meningkatkan peran dan kapasitas perempuan, serta kesejahteraan sekaligus mengentaskan stunting (kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama) dalam situasi pandemi Covid-19 di Kota Samarinda,” ucap Jaang.

Disebutkan Jaang, anggaran kegiatan ini berasal dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, yaitu anggaran tidak terduga di Kota Samarinda.

“Sebagaimana kita ketahui bersama kondisi Covid-19 di Kota Samarinda sampai sekarang masih meningkat. Kita juga patut bersyukur bahwa beberapa hari yang lalu tim medis kita dinyatakan telah sembuh dan sekarang menyelesaikan isolasinya di rumah masing-masing. Kita doakan semua tenaga kesehatan sehat agar bisa kembali memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga Samarinda,” sebutnya.

Menurut data panitia acara, ada lima kelurahan di Kota Samarinda yang stunting, dengan adanya aquaponik dan bibit ikan lele ini juga bisa memberikan kegiatan bagi para ibu dan bapak di rumah di masa pandemi Covid-19.

- ADVERTISEMENT -

“Dengan demikian menjadi tambah kreatif seperti aquaponik ini sangat positif bisa menciptakan terobosan yang bernilai ekonomis dalam masyarakat, sehingga kelurahan yang terpilih nanti ke depannya anak-anak kita bisa tumbuh berkembang dengan normal dan baik juga bisa mengurangi stunting yang ada di daerah kita. Kalau melihat barangnya, aquaponik ini bisa saja diletakkan di samping rumah atau teras rumah. Walaupun sebenarnya mulai dulu saya meminta masyarakat Samarinda bisa memanfaatkan pekarangan rumah supaya digunakan untuk menanam sayur, sedikitnya tanaman cabai, karena juga bisa menekan inflasi,” tutur Jaang.

Sementara itu, Kepala DP3A Kota Samarinda, Fiterman mengatakan, penyerahan aquaponik dan bibit ikan lele untuk partisipasi perempuan dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga di masa pandemi Covid-19 di Kota Samarinda.

“Kami berupaya menguatkan peran perempuan secara mandiri dengan ketahanan pangan keluarga. Sistem aquaponik adalah cara budidaya yang mengombinasikan ikan dan tanaman dalam satu wadah, sehingga masyarakat bisa memproduksi secara mandiri lewat pemanfaatan pekarangan rumah,” katanya.

Hasil dari sistem aquaponik ini, sebutnya, sangat sehat karena bebas pestisida juga mengandung lebih banyak air, esensial, protein, serat, zat besi, vitamin, dan rendah kalori.

“Aquaponik sangat baik, hampir semua jenis sayuran bisa ditanam. Sedangkan ikan yang dibudidayakan adalah ikan lele dengan sistem aquaponik, serta bioflok yang bisa menghasilkan kualitas ikan lebih sehat dan bersih dengan kandungan gizi tinggi mengandung omega 3, omega 7, dan 16 protein setara dengan daging sapi. Penyerahan ini dipilih menurut daerah dengan kasus stunting yang tinggi dan padat penduduk,” tutupnya.

Hadir pula dalam kesempatan itu Asisten I Sekretariat Kota Samarinda Tejo Sutarnoto, Ketua TP PKK Kota Samarinda Puji Setyowati yang juga anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kaltim, dan undangan terkait lainnya. (***)

 

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.