Detik-Detik Terakhir, Wajo Bersatu Deklarasi Dukung Mahyunadi-Kinsu untuk Pilkada Kutim

INTREN.ID, SANGATTA – Keluarga besar Wajo yang tergabung dalam Wajo Bersatu memastikan mendukung H Mahyunadi SE MSi dan H Lulu Kinsu untuk memimpin Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Deklarasi dukungan disampaikan langsung di hadapan calon nomor urut satu itu.

“Wajo Bersatu memastikan mendukung Mahyunadi-Kinsu pada pilkada (pemilihan kepala daerah) tahun ini. Dukungan ini adalah aspirasi dari seluruh warga Wajo yang menginginkan perubahan,” kata ketua Wajo Bersatu, H Sukiman. Dengan dukungan tersebut, lengkap sudah dukungan dari Bosowa. Untuk diketahui, Bosowa merupakan kepanjangan dari Bone, Soppeng, dan Wajo.

https://youtu.be/mWEJmGhfIRw

H Sukiman mengatakan, Wajo Bersatu berusaha akan berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan dukungan penuh dan memenangkan Mahyunadi-Kinsu. Kontrak politik pun sudah ditandatangani oleh Mahyunadi-Kinsu dan H Sukiman, yang mewakili warga Wajo.

“Ada beberapa poin yang disepakati. Di antaranya penegakan Perbup (Peraturan Bupati) Kutim Nomor 6 Tahun 2014 tentang Penataan, Pembinaan, dan Penyelenggaraan Perizinan Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern,” kata H Sukiman.

Kemudian, lanjut dia, Mahyunadi-Kinsu juga sepakat memberikan perlindungan dan pembinaan kepada pedagang kaki lima (PKL), melindungi pelaku usaha lokal agar mampu bersaing dengan pengusaha dari lokal, serta memberikan pembinaan seluruh pelaku usaha mikro kecil menangah (UMKM), mulai dari segi penataan hingga bantuan modal kerja melalui Perhimpunan Saudagar Kutim.

“Insya Allah, Wajo Bersatu akan berjuang habis-habisan untuk mengajak masyarakat mencoblos Mahyunadi-Kinsu pada pilkada. Ini adalah dukungan tanpa batas. Karena warga Wajo menginginkan perubahan,” tegasnya.

Menanggapi dukungan tersebut, Mahyunadi mengaku terharu. Menurutnya, dukungan terhadap dirinya dan H Kinsu terus berdatangan. Ini menunjukkan bahwa komitmen Mahyunadi-Kinsu untuk membangun Kutim dapat diterima oleh masyarakat.

“Insya Allah, saya dan H Kinsu akan bekerja sebaik mungkin untuk kemajuan Kutai Timur, untuk mensejahterakan masyarakat. Berbagai program sudah kami siapkan untuk menjadikan Kutai Timur semakin maju, mandiri dan sejahtera,” katanya.

Berikut program-program Mahyunadi-Kinsu:

Mewujudkan pembangunan infrastruktur yang merata dan proporsional

Implementasi Program:

  1. Penambahan ruas dan peningkatan kualitas jalan
  2. Penyelesaian pelabuhan laut Sangatta dan pembangunan bandara
  3. Elektrifikasi listrik di semua desa
  4. Sambungan instalasi PDAM di semua desa

 

Menciptakan kemandirian ekonomi masyarakat dengan mengembangkan UMKM, koperasi, agribisnis dan agroindustri

Implementasi Program:

  1. Kemudahan kredit modal usaha UMKM, dan pengembangan koperasi.
  2. Bantuan saprodi pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan
  3. Peningkatan nilai tambah hasil produksi pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan.
  4. Penyerapan tenaga kerja lokal di semua industri (pertambangan, migas, CPO dan turunannya)
  5. Pengembangan pariwisata dan budaya lokal
  6. Mengembangkan program desa mandiri dan sejahtera

 

Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang cerdas, sehat, berbudi pekerti luhur, dan berdaya saing

Implementasi Program:

  1. Alokasi anggaran 20 persen di bidang pendidikan untuk bantuan perlengkapan siswa, pemberian beasiswa, pendidikan nonformal, peningkatan kualitas dan kesejahteraan guru serta pendirian dan pengembangan balai latihan kerja
  2. Pembangunan rumah sakit pratama, pembangunan rumah dokter, peningkatan kualitas sarana, prasarana dan pelayanan kesehatan, bantuan pengobatan bagi masyarakat kurang mampu serta bantuan pemenuhan gizi ibu hamil dan balita
  3. Peningkatan dan pemerataan kualitas pemuka agama dan rumah ibadah

 

Mewujudkan tata kelola lingkungan yang baik serta tatanan kehidupan sosial yang harmonis

Implementasi Program:

  1. Alokasi anggaran 50-100 juta per RT/tahun untuk kegiatan sosial, sarana olahraga dan seni, kegiatan keagamaan dan kegiatan penataan lingkungan di tiap RT
  2. Penataan peruntukan lahan per kecamatan
  3. Pembinaan lembaga adat, ormas, OKP, olahraga, seni dan budaya
  4. Menumbuhkembangkan budaya gotong-royong dalam masyarakat

 

Mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada pelayanan publik dan berbasis elektronik

Implementasi Program:

  1. Penerapan e-goverment dan e-budgeting dalam penyelenggaraan pemerintahan
  2. Peningkatan kualitas, kapasitas, dan kesejahteraan ASN
  3. Peningkatan kesejahteraan tenaga honorer melalui pengupahan UMK
  4. Mendorong percepatan penyelesaian pembangunan proyek strategis nasional di Kawasan Industri Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK)

 

Dengan dukungan dari koalisi partai politik (parpol) besar yang terdiri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem), serta Partai Amanat Nasional (PAN), semakin memudahkan Mahyunadi-Kinsu untuk membangun Kutim. Apalagi total dukungan mencapai 23 kursi.

Di samping itu, enam dari delapan anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kaltim berada dalam gerbong Mahyunadi-Kinsu. Ini semakin mempermudah lobi-lobi pasangan ini ke pusat untuk menuntaskan berbagai proyek strategis nasional yang ada di Kutim. Di tingkat provinsi, partai pengusung Mahyunadi-Kinsu adalah yang terbesar. Bahkan, Gubernur Kaltim Isran Noor adalah ketua Partai Nasdem Kaltim, partai yang mengusung pasangan ini.

Belum lagi dukungan dari partai pendukung seperti Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Gelora, dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Sekadar diketahui, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi adalah ketua Gelora Kaltim.

Membangun Kutim ke depan tidaklah mudah. Di tengah meningkatnya angka kemiskinan, banyaknya infrastruktur jalan yang rusak, kualitas pendidikan yang harus ditingkatkan, fasilitas kesehatan yang belum merata, hingga kesejahteraan masyarakat harus diselesaikan. Jika salah memilih pemimpin pada 9 Desember mendatang, harapan untuk menikmati program-program tersebut di atas akan sirna.

Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang memiliki kualitas, pengalaman, dan paham dengan kondisi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam rangka membawa Kutim untuk perubahan sangat dibutuhkan. Syaratnya adalah, pada tanggal 9 Desember mendatang, coblos nomor satu, Mahyunadi-Kinsu. (***)

Reporter: Anggi Pranata

Editor: Guntur Marchista Sunan

 

Get real time updates directly on you device, subscribe now.