Desak Perbaikan Raperda dan Pertanyakan Deviden, Komisi II Soroti Penyertaan Modal ke Bankaltimtara

INTREN.ID, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana melakukan penyertaan modal kembali ke Bankaltimtara. Dana sebesar Rp 75 miliar akan diberikan kepada bank tersebut dalam kurun waktu tiga tahun. Mulai 2022 hingga 2025 mendatang.

Kendati demikian, Komisi II DPRD Kota Bontang mendesak agar pemerintah memperbaiki rancangan peraturan daerah (raperda) terkait penyertaan modal tersebut. Musababnya, masa jabatan wali kota dan wakil wali kota yang hanya sampai 2024.

“Rp 75 miliar dikucurkan dalam rentang waktu tiga tahun. Mulai 2022 sampai 2025. Jadi, setiap tahun Rp 25 miliar. Tapi kalau fiskal memungkinkan hanya dalam satu tahun, bisa diberikan semua. Namun, draf raperda perlu direvisi mengingat masa jabatan kepala daerah,” kata Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, H Rustam.

Politisi Golkar itu mengungkapkan, sejatinya penyertaan modal itu masih dalam kondisi aman. Terutama menyangkut likuiditas yang saat ini masih berada di angka 1,2. “Kalau (likuiditas) di angka 5 ke atas, itu baru tidak aman dan perlu dikaji ulang,” kata Rustam lagi.

Tak hanya soal draf, Rustam juga menyoroti soal jumlah deviden yang diperoleh. Pasalnya, sejak awal mengucurkan dana penyertaan modal dengan nilai mencapai Rp 63 miliaran, deviden yang diberikan hanya sekitar Rp 2,7 miliar setahun.

“Penyertaan modal yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerahnya, pasti akan kami dukung. Oleh karena itu, penyertaan modal ke Bankaltimtara harus dikaji ulang. Perlu ada pembicaraan lebih lanjut antara pemerintah dengan Bankaltimtara,” tutupnya. (***)

Editor: Guntur Marchista Sunan

Get real time updates directly on you device, subscribe now.